Habis Makan Durian, Wali Kota Serang Gagal Disuntik Vaksin COVID-19

Jum'at, 15 Januari 2021 - 17:52 WIB
loading...
Habis Makan Durian, Wali Kota Serang Gagal Disuntik Vaksin COVID-19
Wali Kota Serang Syafrudin mengaku tidak bisa ikut suntik vaksin COVID-19 di Pendopo Bupati Tangerang, Kota Tangerang, Banten lantaran tensi darahnya yang tinggi. Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A A A
TANGERANG - Wali Kota Serang Syafrudin mengaku tidak bisa ikut suntik vaksin COVID-19 hari ini di Pendopo Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, Banten lantaran tensi darahnya yang tinggi.

Usut punya usut, ternyata hal itu terjadi karena Syafrudin kurang menjaga kesehatan menjalani suntik vaksin itu. "Sepertinya kurang istirahat, habis makan duren," kata Syafrudin, kepada SINDOnews, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Kasus COVID-19 Bertambah 12.818, Berikut Sebaran Kasus di 34 Provinsi

Saat pemeriksaan kesehatan, sebelum suntik vaksin dilakukan, rupanya tensi darahnya tinggi, mencapai 144/74. "Tadi pas periksa kesehatan tensi darah tinggi 144/74. Jadi sebelum divaksin, kita diperiksa dulu keadaan kondisi kita. Ternyata saya tensinya tinggi. Enggak tahu saya juga, kok bisa tinggi, biasanya enggak," jelasnya.

Baca: Gempa Majene, Bu Risma Langsung Kirim Bantuan Logistik, Tagana dan Tim LDP

Meski demikian, Syafrudin tetap wajib mengikuti vaksin COVID-19. Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyarankan agar dia disuntik 3 hari lagi dan memintanya agar lebih menjaga kesehatannya.

"Mudah-mudahan, nanti, besok atau lusa. Tetapi kayaknya enggak di sini, nanti di Serang," sambungnya.

Tidak hanya Syafrudin yang gagal disuntik dosis pertama Covid-19, ada 3 pejabat lainnya yang juga urung disuntik vaksin hari ini, dan harus disuntik kemudian, pada jadwal yang masih belum ditentukan tersebut.

Ketiga pejabat itu adalah Danrem 064/Maulana Brigjend Gumuruh Winardjatmiko, Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adinugroho, dan perwakilan dari Cilegon. Sehingga, total yang gagal divaksin hari ini berjumlah empat orang.
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1451 seconds (10.55#12.26)