Ketua Partai Gerindra Kediri Meninggal karena Terpapar COVID-19
Jum'at, 15 Januari 2021 - 17:25 WIB
loading...
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri Huda Salim (45) tutup usia setelah hasil swab tes antigennya dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. (Ist)
A
A
A
KEDIRI - Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri Huda Salim (45) tutup usia setelah hasil swab tes antigennya dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.
Sebelum meninggal dunia, Huda Salim sempat menjalani perawatan di RSUD Gambiran Kota Kediri. "Iya, meninggal dunia karena terpapar COVID-19 ," ujar Anggota DPRD Kabupaten Blitar Fraksi Gerindra Wasis Kunto Atmojo kepada Sindonews Jumat (15/1/2021).
Huda Salim meninggal dunia pada Kamis malam (14/1). Mendengar kabar duka tersebut, kata Wasis, semua rekan politisi Partai Gerindra, yakni khususnya Kabupaten Blitar, langsung mengucapkan bela sungkawa. Kabar duka tersebut pertama kali beredar di grup WA. Ungkapan duka cita tersebut juga diwujudkan karangan bunga yang dikirimkan ke rumah duka.
Namun karena pertimbangan protokol kesehatan, menurut Wasis, rekan partai dari Kabupaten Blitar memutuskan tidak bertakziah ke rumah duka. "Karena protokol kesehatan, teman teman tidak takziah. Hanya mengirim karangan bunga untuk keluarga," terang Wasis. Sementara sebelum meninggal, Huda Salim sempat dirawat selama lima hari di RSUD Gambiran Kota Kediri.
Huda Salim masuk rumah sakit mulai tanggal 10 Januari. Karena kondisinya semakin memburuk, termasuk kehilangan kesadaran, ia dipindah ke ruang ICU. Di ruang ICU petugas langsung memasang ventilator, yakni untuk membantu pernafasan pasien.
Sebelum meninggal dunia, Huda Salim sempat menjalani perawatan di RSUD Gambiran Kota Kediri. "Iya, meninggal dunia karena terpapar COVID-19 ," ujar Anggota DPRD Kabupaten Blitar Fraksi Gerindra Wasis Kunto Atmojo kepada Sindonews Jumat (15/1/2021).
Huda Salim meninggal dunia pada Kamis malam (14/1). Mendengar kabar duka tersebut, kata Wasis, semua rekan politisi Partai Gerindra, yakni khususnya Kabupaten Blitar, langsung mengucapkan bela sungkawa. Kabar duka tersebut pertama kali beredar di grup WA. Ungkapan duka cita tersebut juga diwujudkan karangan bunga yang dikirimkan ke rumah duka.
Namun karena pertimbangan protokol kesehatan, menurut Wasis, rekan partai dari Kabupaten Blitar memutuskan tidak bertakziah ke rumah duka. "Karena protokol kesehatan, teman teman tidak takziah. Hanya mengirim karangan bunga untuk keluarga," terang Wasis. Sementara sebelum meninggal, Huda Salim sempat dirawat selama lima hari di RSUD Gambiran Kota Kediri.
Huda Salim masuk rumah sakit mulai tanggal 10 Januari. Karena kondisinya semakin memburuk, termasuk kehilangan kesadaran, ia dipindah ke ruang ICU. Di ruang ICU petugas langsung memasang ventilator, yakni untuk membantu pernafasan pasien.
Lihat Juga :