Vaksinasi COVID-19 Mulai Dilakukan, Virolog Instrat: Efikasinya Dua Kali Lipat
Rabu, 13 Januari 2021 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan hasil kajiannya, virolog yang pernah bekerja di Harvard Medical School itu memaparkan, efikasi vaksin Sinovac di Brazil mencapai 50,4 persen karena uji klinis menyertakan jumlah orang yang terkena COVID-19 bergejala ringan di kelompok vaksin dan placebo.
Baca juga: Garut Gempar, Antorium dan Philodendron Ditukar Rumah Setengah Miliar
Berdasarkan data yang dirilis otoritas Brazil, kata Sidrotun, jumlah orang yang terkena COVID-19 bergejala ringan di kelompok vaksin bertambah dari 60 orang menjadi 85 orang. Sedangkan di kelompok placebo, penambahannya lebih sedikit dari 160 orang menjadi 167 orang.
"Artinya, pada kelompok vaksin, jumlah peserta yang kena COVID-19 lebih sedikit dibanding kelompok placebo dengan kasus ringan lebih banyak (25 dari total 85 vs 7 dari 167)," jelasnya.
Sidrotun juga mengatakan, peserta uji klinis di Brazil adalah tenaga kesehatan yang memiliki risiko paparan COVID-19 lebih tinggi dibandingkan peserta uji klinis di Indonesia yang merupakan masyarakat umum. Adapun peserta di Turki, 80 persennya merupakan masyarakat umum dan sisanya tenaga kesehatan.
"Jumlah total kasus di Indonesia yang dilaporkan (25 orang) dan Turki (29 orang) masih relatif sedikit," katanya.
Baca juga: Garut Gempar, Antorium dan Philodendron Ditukar Rumah Setengah Miliar
Berdasarkan data yang dirilis otoritas Brazil, kata Sidrotun, jumlah orang yang terkena COVID-19 bergejala ringan di kelompok vaksin bertambah dari 60 orang menjadi 85 orang. Sedangkan di kelompok placebo, penambahannya lebih sedikit dari 160 orang menjadi 167 orang.
"Artinya, pada kelompok vaksin, jumlah peserta yang kena COVID-19 lebih sedikit dibanding kelompok placebo dengan kasus ringan lebih banyak (25 dari total 85 vs 7 dari 167)," jelasnya.
Sidrotun juga mengatakan, peserta uji klinis di Brazil adalah tenaga kesehatan yang memiliki risiko paparan COVID-19 lebih tinggi dibandingkan peserta uji klinis di Indonesia yang merupakan masyarakat umum. Adapun peserta di Turki, 80 persennya merupakan masyarakat umum dan sisanya tenaga kesehatan.
"Jumlah total kasus di Indonesia yang dilaporkan (25 orang) dan Turki (29 orang) masih relatif sedikit," katanya.
Lihat Juga :