Mayoritas Wali Murid SMP di Surabaya Tidak Setuju Pembelajaran Tatap Muka
Kamis, 07 Januari 2021 - 12:55 WIB
loading...
Pembelajaran tatap muka di Sekolah Luar Biasa (SLB) Widya Tama, di kawasan Bogangin Baru Nangka, Surabaya. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memutuskan sistem pembelajaran sekolah tetap dilaksanakan secara daring atau virtual. Hal itu berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan poling yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Dari 348 SMP di kota Surabaya, jumlah wali murid yang setuju sekolah tatap muka hanya sebesar 4%. Sedangkan untuk SD, dari 665 hanya 15 persen wali murid SD yang setuju sekolah tatap muka.
Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, mengatakan berdasarkan keputusan dan hasil poling tersebut, maka langkah yang dilakukan saat ini adalah agar lebih difokuskan bagaimana pemantauan sistem pembelajaran secara daring. Pemkot Surabaya akan melibatkan komite sekolah di seluruh sekolah SD dan SMP, serta melibatkan orang tua.
(Baca juga: Wagub Emil Tinjau Kesiapan Tempat Isolasi Pasien COVID-19 di Asrama Haji dan BPSDM Jatim )
"Namun secara kesiapan (tatap muka) kita siap. Nah tinggal dengan tetap sistem daring ini, kita harapkan juga tidak mengurangi kualitas anak didik kita nanti ke depan," tegasnya, Kamis (7/01).
Dari 348 SMP di kota Surabaya, jumlah wali murid yang setuju sekolah tatap muka hanya sebesar 4%. Sedangkan untuk SD, dari 665 hanya 15 persen wali murid SD yang setuju sekolah tatap muka.
Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, mengatakan berdasarkan keputusan dan hasil poling tersebut, maka langkah yang dilakukan saat ini adalah agar lebih difokuskan bagaimana pemantauan sistem pembelajaran secara daring. Pemkot Surabaya akan melibatkan komite sekolah di seluruh sekolah SD dan SMP, serta melibatkan orang tua.
(Baca juga: Wagub Emil Tinjau Kesiapan Tempat Isolasi Pasien COVID-19 di Asrama Haji dan BPSDM Jatim )
"Namun secara kesiapan (tatap muka) kita siap. Nah tinggal dengan tetap sistem daring ini, kita harapkan juga tidak mengurangi kualitas anak didik kita nanti ke depan," tegasnya, Kamis (7/01).
Lihat Juga :