Sukses Pelopori Menanam Kopi di Lereng Bromo, Serka Heri Sempat Jadi Korban Longsor
Sabtu, 02 Januari 2021 - 06:07 WIB
loading...
Seorang Bintara Pembina Desa di Koramil 0818/23, Kecamatan Jabung, Malang, Jawa Timur, Serka Heri Purnomo sukses mendorong dan menjadi pelopor masyarakat setempat membudidayakan kopi. (Ist)
A
A
A
MALANG - Seorang Bintara Pembina Desa di Koramil 0818/23, Kecamatan Jabung, Malang, Jawa Timur, Serka Heri Purnomo sukses mendorong dan menjadi pelopor masyarakat setempat membudidayakan kopi . Di Kecamatan Jabung yang terletak 1.500 meter di atas permukaan laut itu, terdapat Desa Taji yang kini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi.
Padahal masyarakat Desa Taji awalnya tak mengenal kopi sebagai komoditas pertanian , sebab mereka telanjur terbiasa menanam sayur-sayuran. Masyarakat ketika itu berpikiran mereka belum mengenal secara detail cara menanam, merawat tanaman kopi, ditambah hasil budi daya kopi yang belum tentu menjanjikan.
Siapa sangka, usaha keras Serka Heri Purnomo yang terus-menerus mendorong dan mendampingi masyarakat mampu meluluhkan hati hingga mereka mantap beralih jadi petani kopi, khususnya varietas kopiArabica.
Heri bercerita inspirasi mengembangkan tanaman kopi di daerah tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap hutan sekitar yang mulai gundul dan gersang. Akibatnya, kawasan dataran tinggi tersebut kerap diterjang tanah longsor. Bahkan, sempat hampir menghanyutkannya saat awal bertugas di Desa Taji. "Saya awal dinas di sini, pakai sepeda motor trail, sempat mau hanyut kena longsor," kata Serka Heri dalam YouTube TNI AD, Jumat, (1/1/2020).
Dari situ lalu berpikir untuk mengembalikan hutan agar kembali hijau dengan mengajak koordinasi semua pihak, terutama masyarakat karena yang paling terdampak jika longsor adalah masyarakat.
Padahal masyarakat Desa Taji awalnya tak mengenal kopi sebagai komoditas pertanian , sebab mereka telanjur terbiasa menanam sayur-sayuran. Masyarakat ketika itu berpikiran mereka belum mengenal secara detail cara menanam, merawat tanaman kopi, ditambah hasil budi daya kopi yang belum tentu menjanjikan.
Siapa sangka, usaha keras Serka Heri Purnomo yang terus-menerus mendorong dan mendampingi masyarakat mampu meluluhkan hati hingga mereka mantap beralih jadi petani kopi, khususnya varietas kopiArabica.
Heri bercerita inspirasi mengembangkan tanaman kopi di daerah tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap hutan sekitar yang mulai gundul dan gersang. Akibatnya, kawasan dataran tinggi tersebut kerap diterjang tanah longsor. Bahkan, sempat hampir menghanyutkannya saat awal bertugas di Desa Taji. "Saya awal dinas di sini, pakai sepeda motor trail, sempat mau hanyut kena longsor," kata Serka Heri dalam YouTube TNI AD, Jumat, (1/1/2020).
Dari situ lalu berpikir untuk mengembalikan hutan agar kembali hijau dengan mengajak koordinasi semua pihak, terutama masyarakat karena yang paling terdampak jika longsor adalah masyarakat.
Lihat Juga :