Relaksasi Pembatasan Sosial di Jabar Bakal Diterapkan Secara Hati-hati
Rabu, 13 Mei 2020 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Hingga saat ini, Pemprov Jabar telah melakukan 105.834 rapid diagnostic test (RDT) di 27 kabupaten/kota se-Jabar, instansi pemerintah, dan institusi pendidikan di Jabar. Hasilnya, sebanyak 2.924 warga Jabar terindikasi positif COVID-19 atau reaktif.
Sebagai tindak lanjut hasil tes cepat tersebut, Pemprov Jabar kemudian menggelar tes swab bagi warga terindikasi positif COVID-19. Hasilnya, 231 warga Jabar dinyatakan positif COVID-19.
"Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan, termasuk psikologis masyarakat. Kemudian yang menjadi pertimbangan pelonggaran PSSB adalah kegiatan ekonomi masyarakat. Tentu saja, kegiatan ekonomi harus disertai dengan jaga jarak dan disiplin kenakan masker," paparnya.
"Dua tes masif (baik dengan metode RDT maupun PCR) sudah cukup optimal dijalankan dan sudah melibatkan semua kabupaten/kota se-Jabar. Hanya kami sedang mempercepat analisa hasil dari tes masif yang dilakukan," tambah Berli. (BACA JUGA: Manfaatkan PSBB Jabar untuk Lakukan Pungli, Polisi Ringkus Lima Orang )
Berli menekankan, berbagai upaya tersebut harus disertai kedisiplinan masyarakat dalam menjaga jarak dan membatasi pergerakan manusia karena hal itu berpengaruh besar dalam upaya menghentikan rantai penularan dan pengendalian COVID-19.
"Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dan mendukung penuh pemberlakuan PSBB tingkat provinsi ini. Bentuk partisipasi masyarakat ini dapat berupa upaya-upaya mandiri, baik perorangan maupun kelompok dalam menegakkan dan menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Sebagai tindak lanjut hasil tes cepat tersebut, Pemprov Jabar kemudian menggelar tes swab bagi warga terindikasi positif COVID-19. Hasilnya, 231 warga Jabar dinyatakan positif COVID-19.
"Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan, termasuk psikologis masyarakat. Kemudian yang menjadi pertimbangan pelonggaran PSSB adalah kegiatan ekonomi masyarakat. Tentu saja, kegiatan ekonomi harus disertai dengan jaga jarak dan disiplin kenakan masker," paparnya.
"Dua tes masif (baik dengan metode RDT maupun PCR) sudah cukup optimal dijalankan dan sudah melibatkan semua kabupaten/kota se-Jabar. Hanya kami sedang mempercepat analisa hasil dari tes masif yang dilakukan," tambah Berli. (BACA JUGA: Manfaatkan PSBB Jabar untuk Lakukan Pungli, Polisi Ringkus Lima Orang )
Berli menekankan, berbagai upaya tersebut harus disertai kedisiplinan masyarakat dalam menjaga jarak dan membatasi pergerakan manusia karena hal itu berpengaruh besar dalam upaya menghentikan rantai penularan dan pengendalian COVID-19.
"Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dan mendukung penuh pemberlakuan PSBB tingkat provinsi ini. Bentuk partisipasi masyarakat ini dapat berupa upaya-upaya mandiri, baik perorangan maupun kelompok dalam menegakkan dan menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Lihat Juga :