Miris! Nilai Tukar Petani Turun, Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata
Kamis, 10 Desember 2020 - 16:15 WIB
loading...
Nilai tukar petani (NTP) di Jawa Barat, mengalami penurunan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Penurunan nilai tukar petani ( NTP ) di Jawa Barat, mesti menjadi perhatian semua pihak, agar jurang krisis pangan tidak semakin dalam. Perlu upaya nyata semua pihak agar ketahanan pengan di Jabar dapat dijaga.
(Baca juga: Probolinggo Gempar, Ada Wanita Bugil Mandi di Tengah Alun-alun Kraksaan )
Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Agung Hendriyadi mengatakan, persoalan krisis pangan mestinya menjadi perhatian semua pihak, terutama Jawa Barat. Beberapa komoditas terancam mengalami defisit. Seperti jagung, cabai rawit, dan padi.
" NTP (nilai tukar petani) 2020 turun 0,2%. Ini mestinya menjadi warning kita, karena kalau turun terus akan rentan," kata Agung pada acara peluncuran West Java Food and Agryculture Summit di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Kamis (10/12/2020).
(Baca juga: Probolinggo Gempar, Ada Wanita Bugil Mandi di Tengah Alun-alun Kraksaan )
Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Agung Hendriyadi mengatakan, persoalan krisis pangan mestinya menjadi perhatian semua pihak, terutama Jawa Barat. Beberapa komoditas terancam mengalami defisit. Seperti jagung, cabai rawit, dan padi.
" NTP (nilai tukar petani) 2020 turun 0,2%. Ini mestinya menjadi warning kita, karena kalau turun terus akan rentan," kata Agung pada acara peluncuran West Java Food and Agryculture Summit di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Kamis (10/12/2020).
Lihat Juga :