Deklarasi Presiden Benny Wenda Politik Cuci Tangan kepada Sponsor

loading...
Deklarasi Presiden Benny Wenda Politik Cuci Tangan kepada Sponsor
Pengamat Politik Papua dan Hubungan Internasional, Marinus Yaung.
JAYAPURA - Pengamat Politik Papua dan hubungan Internasional, Marinus Yaung menganggap deklarasi Benny Wenda sebagai Presiden Papua Barat di Ingris beberapa waktu lalu adalah politik cuci tangan dan sepihak.

Saat dihubungi via selular Jumat (4/12) malam, Marinus yang juga sebagai dosen Hubungan Internasional FISIP Uncen ini menganggap deklarasi pemerintahan sementara Benny Wenda di Inggris juga sebagai provokasi untuk Papua.

"Deklarasi presiden Benny Wenda ini tidak ada pegaruh apa- apa terhadap politik Papua kedepan. Papua tetap menjadi bagian sah dari Indonesia itu pasti, namun ini hanya akan memprovokasi pendukungnya yang ada di Papua, karena kebanyakan pendukungnya tidak memahami situasi global saat ini atau paham namun tidak utuh. Ini akan menimbulkan persoalan keamanan baru di Papua," tegasnya.

(Baca juga: Deklarasikan Negara Papua Barat, Ini 5 Fakta tentang Benny Wenda )



Dijelaskan, deklarasi politik Benny Wenda hanya sebagai politik cuci tangan atas kegagalan membawa isu Papua ke kancah Internasional. Berbagai lobi dilakukan namun faktanya semua tidak membuahkan hasil. Deklarasi sebagai Presiden Papua Barat adalah ambisi politik ingin disebut sebagai tokoh utama dalam perjuangan Papua merdeka.

"Ini hanya ambisi politik dia untuk menjadi pemimpin, ingin menjadi presiden, ingin menjadi tokoh utama dalam perjuangan politik Papua, sehingga dia memunculkan deklarasi ini. Bagi saya pernyataan Beny Wenda tidak ada pengaruh sama sekali dan dia sudah tidak ada lagi power untuk mewujudkan digelarnya referendum ditahan Papua. Mengapa demikian. Karena pola perjuangan atau manuver politik yang dilakukan oleh Beny ini sebenarnya dia hanya mengatasnamakan ULMWP sementara ULMWP sendiri tidak mendukung dia sebenarnya. Dia salah jalan," jelasnya.

Ditegaskan, terhitung mulai 1 Desember, masa kepemimpinannya sebagai ketua United Liberation Movement Of West Papua (ULMWP) berakhir, sehingga deklarasi terpaksa dilakukan untuk menutupi kegagalan yang telah dilakukan. Seharusnya dia tidak boleh mengeluarkan pernyataan seperti itu atau deklarasi sepihak. Itu bukan bagian dari ADRT (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) ULMWP.



"Menurut saya, saya sungguh menyayangkan manuver politik yang dilakukan oleh Beny Wenda, kenapa, harusnya dia terbuka dan secara jujur menyampaikan kepada masyarakat Papua bahwa selama tiga tahun kepemimpinan dia internasionalisasi isu Papua itu mengalami kegagalan di global atau di dunia internasional. Ini seperti untuk. Target untuk menjadikan isu Papua masuk dalam sidang tahunan PBB gagal ditahun ini. Dugaan saya, manuver politik yang dilakukan Beny untuk menjaga muka dia kepada para pendukungnya di Papua dan juga elit Papua yang mendukung dia dalam pendanaan," papara Marinus.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top