Aktivitas Masih Tinggi, Sehari Terdengar 8 Kali Gemuruh dari Puncak Merapi
Jum'at, 04 Desember 2020 - 09:55 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
YOGYAKARTA - Hingga kini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih belum bisa memprediksi kapan terjadinya erupsi di Gunung Merapi.
Hanya saja peningkatan aktivitas ini terus terjadi dengan suara gemuruh guguran yang terdengar dari lereng Merapi.
Selama 24 jam pada Hari Kamis (3/12/2020) kemarin terdengar 8 kali gemuruh yang disebarkan guguran lava di puncak Merapi.
Hanya saja kondisi cuaca mendung sehingga visual guguran tidak terekam di BPPTKG. Selain itu juga tercatat di jaringan seismik terjadi gempa guguran sebanyak 50 kali, 29 kali gempa hembusan 262 kali gempa fase banyak, 35 kali gempa vulkanik dangkal.
(Baca juga: Ratusan Pengungsi Merapi di Magelang Masih Bertahan di Barak Pengungsian)
Hanya saja peningkatan aktivitas ini terus terjadi dengan suara gemuruh guguran yang terdengar dari lereng Merapi.
Selama 24 jam pada Hari Kamis (3/12/2020) kemarin terdengar 8 kali gemuruh yang disebarkan guguran lava di puncak Merapi.
Hanya saja kondisi cuaca mendung sehingga visual guguran tidak terekam di BPPTKG. Selain itu juga tercatat di jaringan seismik terjadi gempa guguran sebanyak 50 kali, 29 kali gempa hembusan 262 kali gempa fase banyak, 35 kali gempa vulkanik dangkal.
(Baca juga: Ratusan Pengungsi Merapi di Magelang Masih Bertahan di Barak Pengungsian)
Lihat Juga :