Bandar Laut Besar Itu Bernama Pasuruan

Minggu, 29 November 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Aliran Sungai Gombong yang membelah kota dari utara ke selatan, menjadi aliran penting bagi transportasi dari wilayah pedalaman menuju pelabuhan di masa itu. Sebelum adanya jaringan jalan darat, semua hasil bumi yang akan dikapalkan diangkut melalui jalur sungai.

(Baca juga: Jejak Bhatara Katong, Putra Brawijaya V Raja Terakhir Majapahit )

Daerah pedalaman (hinterland) sekitar Pasuruan , merupakan salah satu daerah pertanian yang tersubur di Jawa. Sepanjang abad 19 pelabuhan di Kota Pasuruan, dipakai sebagai kota pelabuhan untuk membawa hasil perkebunan tersebut langsung ke pelabuhan–pelabuhan di Eropa.

Pasuruan juga dipakai sebagai kota "collecting center", yakni berfungsi sebagai distribusi dan perdagangan bagi hasil bumi dari daerah di sekitarnya. Sehingga tata ruang dan pembangunan jalan utama dibuat sesuai dengan keperluan sebagai kontrol administrasi dan kelancaran produksi, serta distribusi atas hasil bumi di daerah hinterland.

Adanya jalan raya pos (grotepostweg) yang dibangun pada masa pemerintahan Daendels, tahun 1808-1811, turut membuat kota ini menjadi wilayah yang terhubung dengan kota-kota lain seperti Surabaya, Probolinggo, serta daerah pedalaman seperti Malang.

Perkembangan kota dan pelabuhan itu semakin pesat, dengan adanya jalur kereta api yang dibangun tahun 1867. Berbagai infrastruktur yang terhubung dengan berbagai wilayah pedalaman, dan jalur laut internasional, membuat kota ini dahulu dijuluki "Passer Oeang" menjadi tujuan perdagangan bagi daerah sekitarnya.

(Baca juga: RS Simpang, Perjalanan Penuh Wabah dan Penampung Korban Perang )

Pasuruan mempunyai penduduk yang relatif lebih heterogen dibandingkan kota-kota pedalaman di Jawa, dan ini dipengaruhi oleh keberadaan pelabuhan besar. Ramainya perdagangan, membuat berbagai etnis bermukim di kota ini.

Kini pelabuhan itu tetap menghadirkan geloranya, meskipun harus tersingkir dari bising jalur darat di depannya. Kejayaan Nusantara, masih terpancar dari pintu menuju samudera raya, dan ingin terus bergerak seperti gelombang samuderanya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Gebrakan Pelindo Diapresiasi,...
Gebrakan Pelindo Diapresiasi, Hasil Survei: 85% Lebih Pelanggan Puas
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Tingkatkan Kapasitas...
Tingkatkan Kapasitas Bongkar Muat, Pelabuhan Pelindo Tambah QCC
Rekomendasi
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
Berita Terkini
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved