Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:15 WIB
loading...
Sutan Sjahrir dikenang sebagai tokoh intelektual dan Perdana Menteri (PM) pertama Indonesia yang romantis. Dia menikahi gadis Belanda bernama Maria Mieske. Foto/commons.wikimedia.org dan id.wikipedia.org
A
A
A
SUTAN SJAHRIR lebih sering dikenang sebagai tokoh intelektual dan Perdana Menteri (PM) pertama Indonesia. Namun di balik perjuangannya melawan kolonialisme Belanda hingga ditetapkan sebagai pahlawan nasional, tersimpan kisah cinta yang tak kalah dramatis dengan novel romantis.
Perempuan itu bernama Maria Johanna Duchâteau atau yang akrab disapa Maria Mieske. Kisah cinta keduanya bermula saat Sjahrir menempuh pendidikan di Belanda pada awal dekade 1930-an.
Baca juga: Lika-liku Cinta Sejati Jenderal Kopassus AM Hendropriyono, Taklukkan Hati dengan Topi hingga Jualan Es Mambo
Di negeri kincir angin tersebut, Sjahrir aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa dan pergerakan anti-kolonial. Di lingkungan pergaulan itulah dia bertemu Maria, perempuan Belanda yang dikenal cerdas dan memiliki pandangan progresif.
Pertemuan yang awalnya diwarnai diskusi mengenai politik, sastra, dan kemanusiaan lambat laun berkembang menjadi hubungan yang lebih dalam. Maria terpesona oleh kecerdasan serta idealisme Sjahrir, sementara Sjahrir menemukan sosok yang mampu memahami cara berpikirnya yang jauh melampaui zamannya.
Perempuan itu bernama Maria Johanna Duchâteau atau yang akrab disapa Maria Mieske. Kisah cinta keduanya bermula saat Sjahrir menempuh pendidikan di Belanda pada awal dekade 1930-an.
Baca juga: Lika-liku Cinta Sejati Jenderal Kopassus AM Hendropriyono, Taklukkan Hati dengan Topi hingga Jualan Es Mambo
Di negeri kincir angin tersebut, Sjahrir aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa dan pergerakan anti-kolonial. Di lingkungan pergaulan itulah dia bertemu Maria, perempuan Belanda yang dikenal cerdas dan memiliki pandangan progresif.
Pertemuan yang awalnya diwarnai diskusi mengenai politik, sastra, dan kemanusiaan lambat laun berkembang menjadi hubungan yang lebih dalam. Maria terpesona oleh kecerdasan serta idealisme Sjahrir, sementara Sjahrir menemukan sosok yang mampu memahami cara berpikirnya yang jauh melampaui zamannya.
Lihat Juga :