Status Siaga Bencana Corona di Sinjai Diperpanjang hingga 14 Mei
Kamis, 16 April 2020 - 14:21 WIB
loading...
Status Siaga Bencana Virus Corona alias Covid-19 di Sinjai diperpanjang hingga 14 Mei 2020. Foto/Ilustrasi/NRI Plus
A
A
A
SINJAI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai kembali memperpanjang status siaga keadaan tertentu darurat bencana virus corona alias covid-19. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa, dengan nomor 414 Tahun 2020.
Dalam SK itu, Bupati Seto menyampaikan status sigaa bencana covid-19 di Sinjai diberlakukan hingga 30 hari atau sebulan mendatang. Terhitung mulai 15 April hingga 14 Mei 2020.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Sinjai, dr. Andi Suryanto Asapa, menyebut langkah perpanjangan status tersebut perlu dilakukan mengingat daerah tetangga memiliki riwayat kasus positif.
“Karena daerah tetangga di sekitar kita ada yang positif, sehingga pengawasan memang penting untuk ditingkatkan”, kata dr. Dedet-sapaan akrabnya, dilansir dari laman resmi Pemkab Sinjai yang dilihat SINDOnews, Kamis (16/4/20200.
Ia melanjutkan perpanjangan status darurat bencana juga upaya meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pencegahan covid-19. Terlebih, saat ini menjelang bulan suci Ramadan, dimana dikhawatirkan aktivitas dan mobilitas masyarakat meningkat.
Dalam SK itu, Bupati Seto menyampaikan status sigaa bencana covid-19 di Sinjai diberlakukan hingga 30 hari atau sebulan mendatang. Terhitung mulai 15 April hingga 14 Mei 2020.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Sinjai, dr. Andi Suryanto Asapa, menyebut langkah perpanjangan status tersebut perlu dilakukan mengingat daerah tetangga memiliki riwayat kasus positif.
“Karena daerah tetangga di sekitar kita ada yang positif, sehingga pengawasan memang penting untuk ditingkatkan”, kata dr. Dedet-sapaan akrabnya, dilansir dari laman resmi Pemkab Sinjai yang dilihat SINDOnews, Kamis (16/4/20200.
Ia melanjutkan perpanjangan status darurat bencana juga upaya meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pencegahan covid-19. Terlebih, saat ini menjelang bulan suci Ramadan, dimana dikhawatirkan aktivitas dan mobilitas masyarakat meningkat.
Lihat Juga :