Geliat Pariwisata Banten Pascapenerapan Era Kebiasaan Baru
Jum'at, 27 November 2020 - 10:15 WIB
loading...
Perlahan namun pasti pariwisata di Provinsi Banten mulai menggeliat. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Perlahan namun pasti pariwisata di Provinsi Banten mulai menggeliat. Kebijakan new normal atau era kebiasaan baru yang digulirkan pemerintah pusat menjadi angin segar bagi industri pariwisata di Tanah Air.
Tatanan kehidupan masyarakat baru ini memicu masyarakat meluapkan kerinduannya untuk berwisata menikmati keindahan alam. Berbagai daerah pun berbenah untuk menyambut kedatangan masyarakat yang telah lama haus akan hiburan ini. Tak terkecuali dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. (Baca: Ketika Ujian Kekurangan Harta Menerpa)
Dinas Pariwisata Provinsi Banten bersinergi dengan dinas pariwisata kabupaten/kota yang ada di provinsi ini melakukan pembenahan dan sosialisasi terkait penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB). “Hal itu dilakukan sebagai syarat untuk dapat kembali beraktivitas serta produktif di tengah persebaran pandemi Covid-19,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Agus Setiawan, kemarin.
Agus menuturkan, pemberlakuan protokol kesehatan sejalan dengan konsep Sapta Pesona yang selama ini menjadi standar pelayanan di sektor pariwisata . Hal tersebut diyakini dapat membentuk kesadaran baru sehingga menumbuhkan permintaan pelayanan produk pariwisata yang memenuhi standar CHSE (cleanliness, health, safety and environment sustainability) sebagai prioritas. (Baca juga: Mendikbud: Hak untuk Guru Akan Terus Diperjuangkan)
Standar CHSE yang dilakukan Dinas Pariwisata Banten tersebut, kata Agus, merupakan peluang yang cukup besar di masa pandemi dan menjadi daya tarik serta minat wisatawan lokal, maupun Nusantara. Apalagi letak Banten yang strategis dan dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi, terutama bagi wisatawan dari Jabodetabek. “Di Banten para wisatawan dapat menikmati beragam wisata seperti wisata alam, wisata belanja, juga wisata kuliner yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga,” tambahnya.
Tatanan kehidupan masyarakat baru ini memicu masyarakat meluapkan kerinduannya untuk berwisata menikmati keindahan alam. Berbagai daerah pun berbenah untuk menyambut kedatangan masyarakat yang telah lama haus akan hiburan ini. Tak terkecuali dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. (Baca: Ketika Ujian Kekurangan Harta Menerpa)
Dinas Pariwisata Provinsi Banten bersinergi dengan dinas pariwisata kabupaten/kota yang ada di provinsi ini melakukan pembenahan dan sosialisasi terkait penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB). “Hal itu dilakukan sebagai syarat untuk dapat kembali beraktivitas serta produktif di tengah persebaran pandemi Covid-19,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Agus Setiawan, kemarin.
Agus menuturkan, pemberlakuan protokol kesehatan sejalan dengan konsep Sapta Pesona yang selama ini menjadi standar pelayanan di sektor pariwisata . Hal tersebut diyakini dapat membentuk kesadaran baru sehingga menumbuhkan permintaan pelayanan produk pariwisata yang memenuhi standar CHSE (cleanliness, health, safety and environment sustainability) sebagai prioritas. (Baca juga: Mendikbud: Hak untuk Guru Akan Terus Diperjuangkan)
Standar CHSE yang dilakukan Dinas Pariwisata Banten tersebut, kata Agus, merupakan peluang yang cukup besar di masa pandemi dan menjadi daya tarik serta minat wisatawan lokal, maupun Nusantara. Apalagi letak Banten yang strategis dan dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi, terutama bagi wisatawan dari Jabodetabek. “Di Banten para wisatawan dapat menikmati beragam wisata seperti wisata alam, wisata belanja, juga wisata kuliner yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga,” tambahnya.
Lihat Juga :