9 Kapal Perang dan Pesawat TNI AL Dikerahkan ke Perairan Dekat Perbatasan China

loading...
9 Kapal Perang dan Pesawat TNI AL Dikerahkan ke Perairan Dekat Perbatasan China
Kapal Perang TNI AL saat melakukan latihan di Perairan Natuna Selatan. Foto/Ist.
MEDAN - Komando Armada (Koarmada) I TNI AL mengerahkan sembilan kapal perang dan satu pesawat udara di perairan Natuna Selatan , yang bersinggungan dengan perbatasan perairan China, Rabu (25/11/2020). (Baca juga: Berusia 78 Tahun, Adik Kandung Wakil Presiden Try Sutrisno Selesaikan Pendidikan Sarjana )

Kapal-kapal perang tersebut dikerahkan untuk Latihan Operasi Dukungan Tembakan. "Dalam mendukung tugas TNI AL , pekan ini Koarmada I menyelenggarakan latihan Operasi Dukungan Tembakan di perairan Natuna Selatan , dan sekitarnya," ujar Pangkoarmada I, Laksda TNI Abdul Rasyid, dikutip dari keterangan tertulisnya Dispen Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I Belawan.

Lebih lanjut, laksamana bintang dua ini menjelaskan, latihan ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat kemampuan personel, unsur-unsur KRI Koarmada I serta mensinergikan dengan unsur terkait, sebagai unsur pendukung dalam setiap melaksanakan kegiatan operasi.

"Harapannya, melalui latihan bersama ini dapat diperoleh gambaran kemampuan operasional Koarmada I, mulai dari tingkat perorangan maupun satuan dalam melaksanakan dan mendukung tugas-tugas TNI dan TNI AL ," lanjutnya. (Baca juga: Setubuhi dan Bunuh Janda Cantik di Hotel, PNS Gadungan Dibekuk Polres Kolaka )





Koarmada I, menurutnya merupakan komando utama operasional yang mengemban fungsi TNI AL di bidang pertahanan laut, memiliki kewajiban dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Ini merupakan bentuk impelementasi tugas TNI sebagai penangkal dan penindak setiap bentuk ancaman militer, serta ancaman bersenjata yang mengganggu kedaulatan wilayah Indonesia. Gelar Operasi Militer Perang (OMP) Koarmada sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis Indonesia, sebagai negara kepulauan," tegasnya.



Latihan ini diakuinya bersifat interoperabilty antar satuan, sehingga dibutuhkan kerjasama taktis unsur latihan yang meliputi komando, pengendalian, dan komunikasi. "Pelaksanaan latihan mengutamakan prosedur secara cermat dan benar guna terwujudnya zero accident," lanjutnya. (Baca juga: Warga Mataram Heboh, Kakek 70 Tahun Asal Jerman Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya )
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top