Timbulkan Kerumunan, Pernikahan Anak Pejabat BPBD Dibubarkan Polisi
Sabtu, 21 November 2020 - 18:11 WIB
loading...
Petugas dari Polres Limapuluh Kota memasang peringatan acara pesta pernikahan anak pajabat BPBD dihentikan.
A
A
A
LIMAPUPUH KOTA - Diduga menimbulkan kerumunan , pesta pernikahan anak Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Joni Amir dibubarkan aparat Polres Limapuluh Kota. Pesta tersebut digelar di gedung serbaguna Politeknik Pertanian Payakumbuh.
Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Nofrizal Chan menjelaskan polisi membubarkan pesta pernikahan ini sekira pukul 10.00 WIB. Diduga pesta yang mengundang keramaian tersebut tidak memiliki izin keramaian dari pihak polisi.(Baca juga: Tak Ada Kompromi, Satgas COVID-19 Bubarkan Paksa Lomba TikTok di Kota Parepare )
“Berkaitan dengan COVID-19, kita seharusnya mengacu kepada pimpinan tertinggi, yaitu presiden. Tentu kita tidak boleh mengundang keramaian, kita tetap upaya memutus mata rantai penularan,” kata Nofrizal Chan , Sabtu (21/11/2020).
![Timbulkan Kerumunan, Pernikahan Anak Pejabat BPBD Dibubarkan Polisi]()
Setelah dibubarkan, Kalaksa BPBD bersama istri Yurleni diperiksa polisi. Setelah dibubarkan langsung kami bawa tuan rumah yang mengadakan pesta pernikahan. Sekarang masih dalam pemeriksaan intensif,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Nofrizal Chan menjelaskan polisi membubarkan pesta pernikahan ini sekira pukul 10.00 WIB. Diduga pesta yang mengundang keramaian tersebut tidak memiliki izin keramaian dari pihak polisi.(Baca juga: Tak Ada Kompromi, Satgas COVID-19 Bubarkan Paksa Lomba TikTok di Kota Parepare )
“Berkaitan dengan COVID-19, kita seharusnya mengacu kepada pimpinan tertinggi, yaitu presiden. Tentu kita tidak boleh mengundang keramaian, kita tetap upaya memutus mata rantai penularan,” kata Nofrizal Chan , Sabtu (21/11/2020).

Setelah dibubarkan, Kalaksa BPBD bersama istri Yurleni diperiksa polisi. Setelah dibubarkan langsung kami bawa tuan rumah yang mengadakan pesta pernikahan. Sekarang masih dalam pemeriksaan intensif,” ujarnya.
Lihat Juga :