Sektor Pariwisata Seram Bagian Barat Mulai Menggeliat

Senin, 16 November 2020 - 12:36 WIB
loading...
Sektor Pariwisata Seram...
Sektor wisata Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat mulai menggeliat, kata Kadis Pariwisata SBB, Johanis Soukotta, kepada Sindonews, Sabtu (14/11/2020).
A A A
DATARAN HUNIPOPU - Sejak pemerintah pusat mengumumkan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pada Maret 2020, obyek-obyek wisata di seluruh Indonesia ditutup. Akibatnya pendapatan pemerintah daerah dari sektor wisata pun terpuruk, termasuk perekonomian masyarakat yang hidup dari sektor tersebut.

Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (Pemkab SBB), Maluku, pun mengalami hal serupa. Baru sekitar Agustus 2020 yang lalu, Pemkab SBB secara bertahap mulai membuka obyek-obyek wisata. “Seiring dengan mulai menurunnya kasus Covid-19, sudah terlihat masyarakat yang semula tidak bisa ke mana-mana, sekarang mulai datang ke tempat-tempat wisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Kadis Pariwisata SBB, Johanis Soukotta, kepada Sindonews, Sabtu (14/11/2020).
Sektor Pariwisata Seram Bagian Barat Mulai Menggeliat

Menurut Johanis, pemerintah juga sudah menginstruksikan pelaku usaha obyek-obyek wisata dan UMKM-UMKM terkait di zona hijau untuk kembali melakukan aktivitas usaha namun dengan memperhatikan prokes. “Jadi secara umum sektor pariwisata di Seram Bagian Barat mulai menggeliat aktivitas di obyek-obyek wisata. Tapi sebagian pengelola obyek wisata masih memutuskan menutup karena pengunjung yang masih sepi sehingga tidak menutup biaya operasioal,” kata Johanis.

Pandemi memang sangat memukul sektor pariwisata. Pengelola obyek wisata dan masyarakat yang bekerja di sektor tersebut paling terdampak. Karena itu Pemkab SBB tidak hanya memberi bantuan kepada pengelola obyek wisata tapi juga seluruh masyarakat, berupa sembako. Termasuk bantuan makanan siap saji dari Kementerian Pariwisata ke semua pelaku sektor pariwisata.

Seram Bagian Barat memiliki banyak sekali obyek wisata, yang mencakup wisata alam, budaya, agrowisata, “Terdapat sekurangnya 74 spot destinasi wisata, yang paling dominan wisata alam, yaitu pantai dan bahari. Karena memang karakterisitik Seram Bagian Barat adalah kepulauan,” tambah Johanis.

SBB memiliki 62 pulau, 10 pulau di antaranya sudah dihuni, sisanya 52 pulau masih tanpa penghuni. Wisata alam lainnya yang terdapat di kabupaten yang berdiri sejak 2004 ini adalah air terjun, gua-gua, ada juga argowisata. “Kami punya tanaman khas salak merah. Cuma populasinya belum banyak karena masih sulit dibudidayakan di lokasi lain,” kata Johanis.

Jumlah kunjungan di lokasi-lokasi wisata sejak dibuka kembali pada Agustus lalu baru sekitar 5%. Mereka wisatawan lokal, wisatawan dari daerah lain di Indonesia maupun yang datang dari mancanegara belum bisa masuk karena masih terjadi penyekatan (Pembatasan Sosial Berskala Besar, PSBB) di kota Ambon sebagai daerah transit wisatawan yang mau ke Seram Bagian Barat.

Sebelum pandemi banyak wisatawan mananegara yang datang ke Seram Bagian Barat, mereka antara lain dari Inggris, Belanda, China, Singapura
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa M5,2 Guncang Maluku...
Gempa M5,2 Guncang Maluku Sore Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M5,1 Guncang Timur...
Gempa M5,1 Guncang Timur Laut Maluku
DPRD Maluku Minta Warga...
DPRD Maluku Minta Warga Kota Tual Jaga Kondusivitas Usai Bentrokan di Fidatan
Gempa M5,7 Guncang Tanimbar,...
Gempa M5,7 Guncang Tanimbar, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M5,4 Guncang Laut...
Gempa M5,4 Guncang Laut Banda Maluku, Kedalaman 86 Km
Gempa M6,0 Guncang Ambon,...
Gempa M6,0 Guncang Ambon, Tidak Berpotensi Tsunami
Prabowo Merasa Berutang...
Prabowo Merasa Berutang ke Warga Maluku saat Resmikan LNG Abadi Masela: Janji Dibayar
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Kuasa Hukum PPP Maluku...
Kuasa Hukum PPP Maluku Anggap Tim Sengketa Internal DPP Tak Punya Legitimasi Hukum
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved