Cegah Klaster Baru COVID-19, 40 Anggota DPRD Wajo Wajib Swab

Minggu, 15 November 2020 - 15:13 WIB
loading...
Cegah Klaster Baru COVID-19, 40 Anggota DPRD Wajo Wajib Swab
Suasana rapat paripurna tentang ranperda di gedung DPRD Wajo, Selasa (10/11/2020). Pascasatu anggota dewan positif COVID-19, DPRD meminta agar seluruh legislator di-swab. Foto: SINDONews/M Reza Pahlevi
A A A
WAJO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo meminta pemerintah agar segera merespons kasus COVID-19 yang kini ditemukan dan menimpa salah satu anggota dewan dari Fraksi Partai Nasdem, Anwar MD.

Anggota DPRD Wajo Herman Arif menegaskan,kasus COVID-19 yang melanda Sekretariat DPRD Wajo harus segera direspons. Swab tes kepada seluruh legislator wajib dilakukan. “40 legislator DPRD Wajo wajib swab. Kalau perlu seluruh di lingkup Sekretariat DPRD Wajo," ucapnya. (Baca Juga: Dewan Minta Pelayanan Kesehatan di Wajo Tetap Berjalan)

Kasus COVID-19 di DPRD Wajo perlu ditindaki secepatnya oleh Dinkes Wajo. Hal tersebut, dilakukan guna meminimalisir penularan virus itu jangan sampai ada klaster DPRD Wajo "Saya kira itu (swab) wajib dilakukan secepatnya," pungkasnya.

Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Supardi mennjelaskan,ada empat kasus baru tercatat di Wajo. Tambahan tersebut membuat kasus COVID-19 di Bumi Lamaddukkelleng ini kini meningkat menjadi 226 orang.

Empat kasus tersebut berasal dari masing-masing 2 orang di Kecamatan Tanasitolo dan Pitumpanua.Anwar sendiri merupakan warga Lajokka Desa Inalipue Kecamatan Tanasitolo. Dia terkonfirmasi terpapar Covid-19 usai dilakukan swab tes, Sabtu, (14/11/2020). (Baca juga: Kasus Konfirmasi Covid-19 di Wajo Kembali Bertambah 4 Orang)

Kabid Humas Diskominfotik Kabupaten Wajo itu, tak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. “Saya harap kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, hal ini dilakukan agar mata rantai COVID-19 cepat terhenti,” tandasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1873 seconds (11.97#12.26)