Cerita Pagi

Buah Maja, Identitas dan Histori yang Memudar

loading...
Namun, keberadaan buah maja terus meluntur. Entah mungkin karena rasanya yang tidak familiar bagi lidah masyarakat Mojokerto atau lantaran tak terbiasa menggunakannya sebagai obat herbal. Karena alas an itu, buah ini jarang ditanam. Jumlah buah mojo pun semakin sedikit dan mulai sulit ditemui.

Tak hanya masyarakatnya saja yang mulai enggan melestarikan buah yang penuh dengan nilai sejarah itu. Pemerintah daerah setempat juga sepertinya tak memiliki kendali khusus untuk memastikan kelestarian buah maja. Setidaknya, hanya segelintir kantor pemerintahan yang menanam buah maja.

Buah maja, nantinya mungkin hanya akan menjadi cerita saja jika tidak ada upaya serius untuk melestarikan. Dan saat inipun, tak banyak siswa sekolah yang mengenal buah maja berikut keterkaitan sejarahnya dengan Majapahit dan Mojokerto.

Pemerhati sejarah di Mojokerto, Wibisono berujar, sejatinya harus ada upaya serius dari pemerintah di Mojokerto untuk ikut melestarikan buah mojo. Karena menurutnya, nama buah ini lekat dengan sejarah dua wilayah administratif tersebut. Setidaknya, seluruh kantor pemerintahan ikut menanam buah ini.

Tak cukup di situ, pemerintah daerah juga wajib memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keterikatan sejarah antara buah mojo dan Mojokerto. Juga, terkait dengan detail manfaat buah mojo yang sebenarnya tak banyak masyarakat yang mengetahuinya.

Sebagai identitas daerah, seharusnya buah mojo mudah ditemui dan akrab bagi masyarakatnya. ”Jangan sampai ini buah nantinya musnah dan hanya menjadi cerita saja. Pemerintah daerah dan masyarakat harus ikut andil melestarikannya,” ujar Wibisono.
(msd)
halaman ke-2 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top