Buah Maja, Identitas dan Histori yang Memudar
Jum'at, 13 November 2020 - 05:00 WIB
loading...
Seorang warga Mojokerto menunjukkan buah maja.Foto/SINDONews/Tritus Julan
A
A
A
MOJOKERTO - Mungkin tak banyak yang mengenal bentuk dan kegunaan buah mojo, apalagi mencoba rasanya. Buah berbentuk bulat sempurna berwarna hijau sebesar buah kelapa ini memiliki kulit yang sangat keras sehingga tak mudah untuk memecahkannya.
Berdaging putih dengan aroma yang sedikit menyengat, buah ini memang tak banyak dikonsumsi masyarakat lantaran rasanya yang sangat pahit. Meski berasa pahit, buah ini banyak dikonsumsi sebagai obat herbal. Di India, buah ini dipercaya sebagai buah titisan Dewa Siwa.(Baca juga: Di Balik Kesaktian Keris, Ini Kata Empu Yoyok )
Sementara di negara lain seperti Pakistan, Srilanka, Nepal dan Bangladesh, buah ini akrab bagi masyarakatnya. Bahkan meski rasanya yang pahit, di beberapa negara mengonsumsi buah ini tanpa olahan, menjadi penyegar minuman.
Di Indonesia, buah maja memiliki nilai historis yang tinggi. Itu tak lepas dari berdirinya kerajaan terbesar se-Asia Tenggara : Majapahit. Nama kerajaan yang dipimpin Raja Raden Wijaya ini bahkan mengutip nama buah yang dulunya mudah dijumpai di Mojokerto ini. Maja berarti buah maja, dan pahit karena rasanya yang memang pahit.(Baca juga: Kisah Pasar Pabean dan Jalur Sutra Kolonial Belanda yang Membelah Surabaya )
Konon, penamaan Majapahit itu lantaran pasukan Raden Wijaya yang menemukan buah maja saat membabat lahan untuk kerajaan. Saat itu, para tentara mencoba mencicipi buah maja yang rasanya memang pahit. Disebutlah wilayah itu menjadi Majapahit, kerajaan besar yang memiliki panglima perang tersohor yakni Gajahmada.
Berdaging putih dengan aroma yang sedikit menyengat, buah ini memang tak banyak dikonsumsi masyarakat lantaran rasanya yang sangat pahit. Meski berasa pahit, buah ini banyak dikonsumsi sebagai obat herbal. Di India, buah ini dipercaya sebagai buah titisan Dewa Siwa.(Baca juga: Di Balik Kesaktian Keris, Ini Kata Empu Yoyok )
Sementara di negara lain seperti Pakistan, Srilanka, Nepal dan Bangladesh, buah ini akrab bagi masyarakatnya. Bahkan meski rasanya yang pahit, di beberapa negara mengonsumsi buah ini tanpa olahan, menjadi penyegar minuman.
Di Indonesia, buah maja memiliki nilai historis yang tinggi. Itu tak lepas dari berdirinya kerajaan terbesar se-Asia Tenggara : Majapahit. Nama kerajaan yang dipimpin Raja Raden Wijaya ini bahkan mengutip nama buah yang dulunya mudah dijumpai di Mojokerto ini. Maja berarti buah maja, dan pahit karena rasanya yang memang pahit.(Baca juga: Kisah Pasar Pabean dan Jalur Sutra Kolonial Belanda yang Membelah Surabaya )
Konon, penamaan Majapahit itu lantaran pasukan Raden Wijaya yang menemukan buah maja saat membabat lahan untuk kerajaan. Saat itu, para tentara mencoba mencicipi buah maja yang rasanya memang pahit. Disebutlah wilayah itu menjadi Majapahit, kerajaan besar yang memiliki panglima perang tersohor yakni Gajahmada.
Lihat Juga :