PSBB Makassar Tahap Kedua Didorong Lebih Humanis dan Persuasif
Sabtu, 09 Mei 2020 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
"Intinya kalau ada keluhan, langsung laporkan saja ke keluarahan. Data-datanya. Ada tetangga masyarakatnya yang dirasa perlu mendapat bantuan tetapi belum masuk, ke RT/RW atau ke kelurahan. Segera kita tindaklanjuti," pungkasnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Makassar, Ismail Hajiali menambahkan, penyaluran sembako/logistik tiap hari disalurkan. Dari target total 60.000 paket sembako pada tahap PSBB pertama, baru tersalurkan sekitar 23.000 paket.
"Jadi masih ada sekitar 37.000 paket belum. Ini sisanya masih akan disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak Covid-19. Targetnya kita selesaikan secepatnya," tutur Ismail saat telekonferensi, kemarin.
Ismail mengatakan, sembako yang disalurkan ke masyarakat masih akan bertambah jika memang masih ada warga lain yang belum mendapatkan. Apalagi saat ini berbagai jenis bantuan sudah banyak diterima dan disalurkan, misalnya dari bantuan sembako Presiden Jokowi.
"Data penerima sembako ini bisa saja bertambah. Target 60.000 itu juga masih bisa berubah. Kalau memang ada warga terdampak belum mendapatkan. Kita istilahkan ini data tumbuh. Pemkot akan salurkan bantuan kepada warga yang belum, asal kita pastikan penerimanya tidak dobel," urai dia.
Dia menambahkan, PSBB Makassar tahap kedua ini tetao tegas dan nelakukan pengawalan terhadap Perwali 22/2020 secara tegas dan terukur. Pemkot Makassar pun sudah mengundang para pengusaha untuk meminta dukungan terkait pelaksanaan PSBB.
"Kita sudah mengundang tadi sore beberapa pengusaha yang kita anggap mewakili pengusaha lainnya, kita sampaikan bahwa PSBB tahap dua masih tetap menggunakan Perwali 22 Nomor 2020. Isinya tidak ada perubahan, tapi pesan Pak Pj Wali Kota, kita tetap tegas dan terukur, namun dengan cara-cara humanis apalagi saat ini lagi Ramadan," tukasnya.
Dengan pelaksanaan PSBB tahap kedua ini, angka kasus Covid-19 bisa ditekan, bahkan bisa mencapai nol kasus. "Target yang jelas kalau mau steril, aman, PSBB kita berhenti nol positif. Yang pasti kita harap, tidak ada penambahan lagi. Yang masih ada dirawat, bisa segera sembuh," pungkas Ismail.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Makassar, Ismail Hajiali menambahkan, penyaluran sembako/logistik tiap hari disalurkan. Dari target total 60.000 paket sembako pada tahap PSBB pertama, baru tersalurkan sekitar 23.000 paket.
"Jadi masih ada sekitar 37.000 paket belum. Ini sisanya masih akan disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak Covid-19. Targetnya kita selesaikan secepatnya," tutur Ismail saat telekonferensi, kemarin.
Ismail mengatakan, sembako yang disalurkan ke masyarakat masih akan bertambah jika memang masih ada warga lain yang belum mendapatkan. Apalagi saat ini berbagai jenis bantuan sudah banyak diterima dan disalurkan, misalnya dari bantuan sembako Presiden Jokowi.
"Data penerima sembako ini bisa saja bertambah. Target 60.000 itu juga masih bisa berubah. Kalau memang ada warga terdampak belum mendapatkan. Kita istilahkan ini data tumbuh. Pemkot akan salurkan bantuan kepada warga yang belum, asal kita pastikan penerimanya tidak dobel," urai dia.
Dia menambahkan, PSBB Makassar tahap kedua ini tetao tegas dan nelakukan pengawalan terhadap Perwali 22/2020 secara tegas dan terukur. Pemkot Makassar pun sudah mengundang para pengusaha untuk meminta dukungan terkait pelaksanaan PSBB.
"Kita sudah mengundang tadi sore beberapa pengusaha yang kita anggap mewakili pengusaha lainnya, kita sampaikan bahwa PSBB tahap dua masih tetap menggunakan Perwali 22 Nomor 2020. Isinya tidak ada perubahan, tapi pesan Pak Pj Wali Kota, kita tetap tegas dan terukur, namun dengan cara-cara humanis apalagi saat ini lagi Ramadan," tukasnya.
Dengan pelaksanaan PSBB tahap kedua ini, angka kasus Covid-19 bisa ditekan, bahkan bisa mencapai nol kasus. "Target yang jelas kalau mau steril, aman, PSBB kita berhenti nol positif. Yang pasti kita harap, tidak ada penambahan lagi. Yang masih ada dirawat, bisa segera sembuh," pungkas Ismail.
(sri)
Lihat Juga :