Penetapan UMK Jangan Berat Sebelah, Begini Solusi Pengamat Ekonomi
Selasa, 03 November 2020 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Kata Anas, subsidi pemerintah ini merupakan solusi jangka pendek yang bisa dilakukan. Jika kondisi mulai membaik, maka pengusaha bisa membayarkan upah pekerja sesuai keputusan dewan pengupahan. “Ini cuma solusi jangka pendek, sambil kita menunggu situasi normal kembali,” ucapnya.
Solusi juga disampaikan Ekonom Universitas Hasanuddin, Hamid Paddu. Dia menilai, penetapan UMK harus bisa mendorong daya beli masyarakat di tengah pandemi. Dia bahkan merespons baik keputusan provinsi menaikkan UMP hingga 2%. “Kalau mengambil acuan 2% saya kira sudah sangat baik, karena berdasar pada kondisi sekarang. Jadi daya beli juga harus kita dorong dengan kenaikan 2% itu," ungkapnya. (Baca Juga: ump-sulsel-naik-2-pemkot-makassar-masih-pikir-pikir-untuk-umk)
Jika pun kenaikan 2% upah minimum itu masih dinilai kurang, menurut Hamid, pemerintah mesti menyiapkan stimulus baik bagi pekerja maupun pengusaha. Apalagi kebijakan berupa bantuan itu sudah mulai berjalan tahun ini. “Jadi bantuan itu diberikan untuk mensupport daya beli masyarakat khususnya para pekerja di tengah kondisi ekonomi kita yang masih tertekan," paparnya.
Solusi juga disampaikan Ekonom Universitas Hasanuddin, Hamid Paddu. Dia menilai, penetapan UMK harus bisa mendorong daya beli masyarakat di tengah pandemi. Dia bahkan merespons baik keputusan provinsi menaikkan UMP hingga 2%. “Kalau mengambil acuan 2% saya kira sudah sangat baik, karena berdasar pada kondisi sekarang. Jadi daya beli juga harus kita dorong dengan kenaikan 2% itu," ungkapnya. (Baca Juga: ump-sulsel-naik-2-pemkot-makassar-masih-pikir-pikir-untuk-umk)
Jika pun kenaikan 2% upah minimum itu masih dinilai kurang, menurut Hamid, pemerintah mesti menyiapkan stimulus baik bagi pekerja maupun pengusaha. Apalagi kebijakan berupa bantuan itu sudah mulai berjalan tahun ini. “Jadi bantuan itu diberikan untuk mensupport daya beli masyarakat khususnya para pekerja di tengah kondisi ekonomi kita yang masih tertekan," paparnya.
(nic)
Lihat Juga :