Cerita Pagi

Joglo Citakan, Kesaktian Demang Wonopawiro dan Berdirinya Wonosari

loading...
Joglo Citakan, Kesaktian Demang Wonopawiro dan Berdirinya Wonosari
Jamasan di Joglo Citakan, Piyaman, Wonosari dihadiri cucu Sri Sultan HB VIII, RM Kukuh Hertriasning. Foto/SINDOnews/Suharjono
Berdirinya Gunungkidul tidak akan lepas dengan cerita babad Alas Nongko Doyong. Babad ini berisi kisah membabat hutan Nongko Doyong untuk membangun kota. Demang Wonopawiro yang berasal dari Piyaman, sebuah desa di sisi utara Wonosari menjadi tokoh yang sangat terkenal karena keberanian untuk membabat hutan yang dikenal angker.

Aksi Demang Wonopawiro ini adalah aksi nyata mendekatkan ibu kota Kabupaten Gunungkidul yang dulu berada di Ponjong, semasa bupati pertama Pontjodirdjo. Kemudian atas permintaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, ibu kota di pindah ke alas Nongko Doyong. (Baca juga: Kades Cantik dari Lamongan Ini Main Film, Eh Mau Dilamar Pendamping Desa)
Joglo Citakan, Kesaktian Demang Wonopawiro dan Berdirinya Wonosari

Tugas berat membuka hutan Nongko Doyong yang terkenal angker berhasil dilaksanakan Demang Wonopawiro yang memiliki kesaktian tinggi demi ibu kota Kabupaten Gunungkidul yang sekarang bernama Wonosari. (Baca juga: Arus Balik Liburan, Kendaraan dari Yogyakarta Dominan di Gerbang Tol Colomadu)

Saat ini peninggalan Demang Wonopawiro yang masih tersisa adalah rumah joglo yang disebut Joglo Citakan. Rumah yang berada di sisis timur makam Demang Wonopawiro ini dihuni oleh keturunannya, Basuki Wibowo Raharjo.

Di rumah tersebut beberapa peninggalan masih disimpan seperti pusaka, gamelan dan juga tempat tidur Ki Demang Wonopawiro.



Joglo Citakan berada di Padukuhan Piyaman I, Kalurahan Piyaman, Kapanewonan Wonosari Gunungkidul, DIY. Sampai kini, Joglo Citakan masih diyakini memiliki pamor dan menjadi sebuah tempat yang memberi tuah dalam sebuah kepemimpinan.

"Saya tinggal bersama istri di Citakan ini. Saya akan lestarikan bangunan sejarah milik eyang kami yang berjasa membuka hutan menjadikan kota Wonosari," tutur Basuki Wibowo Raharjo kepada SINDONews, Minggu (1/11/2020).

Diceritakannya, Joglo Citakan sejatinya didirikan untuk menjadi markas petinggi pasukan Ngayogyakarto Hadiningrat. Di base camp tersebut, mereka menyusun strategi untuk berperang. Joglo Citakan letaknya hanya 500 meter dari kediaman utama Ki Demang Wonopawiro. Selain itu, joglo tersebut memiliki lahan seluas 10.000 meter persegi yang masih berbentuk hutan.



Joglo Citakan tersebut didirikan oleh Ki Bagus Damar Wonopawiro sekitar tahun 1750. Ki Bagus Damar Wonopawiro adalah sebutan dari Wono Pawiro sebelum mendapatkan gelar Demang dari Kasultanan Ngayogyakarto Hadiningrat. "Dan di Joglo inilah akhirnya Demang Wonopawiro siap melakukan babad alas Nongko Doyong," jelasnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top