Cuaca Buruk, 2 Nelayan Lobster Trenggalek Belum Ditemukan

loading...
Cuaca Buruk, 2 Nelayan Lobster Trenggalek Belum Ditemukan
Pencarian nelayan yang hilang di Pantai Ngampiran, Kabupaten Trenggalek, belum membuahkan hasil akibat cuaca buruk. Foto/Ilustrasi
TRENGGALEK - Pencarian dua orang nelayan pencari lobster asal Desa Bendoroto, dan Desa Bangun, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, belum membuahkan hasil. (Baca juga: Lewat Aplikasi Grab, Wanita Cantik di Bengkulu Bongkar Perselingkuhan Suami )

Kedua nelayan kakak adik tersebut, yakni Sunyoto (38) dan Amin Muntoha (32) berburu lobster di pantai selatan Ngampiran, Munjungan, sejak Kamis (29/10/2020), dan sampai Jumat (30/10/2020) ini belum kembali.

"Pencarian dilakukan Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polisi, TNI dan warga setempat," ujar Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza, Jumat (30/10/2020). (Baca juga: Jagad Maya Geger, Diduga Rombongan Moge Keroyok Warga di Bukittinggi )

Pencarian masih dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Yakni tempat kedua nelayan memasang jaring di sisi timur kawasan Pantai Ngampiran. Di lokasi petugas hanya menemukan sandal, ponsel dan beberapa ekor lobster yang diduga hasil tangkapan kedua nelayan .





Kendati demikian belum bisa dipastikan apakah kedua nelayan tersebut hilang karena tenggelam, atau karena ada sebab lain yang membuat keduanya memutuskan tidak pulang dulu. (Baca juga: Angin Kencang Terjang 11 Kecamatan di Bantul, 7 Rumah Rusak )

Sampai hari ini, kata Yoni penyisiran masih dilakukan di wilayah darat. Hal itu dikarenakan terkendala cuaca buruk. Yakni gelombang besar disertai hujan deras. "Hasilnya masih nihil. Kalau cuaca baik kami akan melakukan penyisiran dengan perahu," tambah Yoni.



Pencarian dua nelayan pencari lobster di pantai selatan Munjungan tersebut berawal dari laporan keluarga ke kepolisian. Pihak keluarga merasa cemas karena tidak biasanya keduanya tidak pulang saat mencari lobster. Apalagi di lokasi perburuan lobster tersebut hanya ditemukan perbekalan keduanya.

Yoni menambahkan, jika Sabtu besok (31/10/2020) cuaca masih ekstrim, pihaknya akan tetap melakukan penyisiran darat. (Baca juga: Ketua RT di Batam Tewas Berseimbah Darah Usai Ditikam Tetangganya )
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top