Diterpa Pandemi Selama Tujuh Bulan, Peneliti: 80% Warga Mengaku Alami Stres

Rabu, 21 Oktober 2020 - 11:34 WIB
loading...
Diterpa Pandemi Selama...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/dok
A A A
BANDUNG - Penelitian psikometrik yang dilakukan ruangempati mendapatkan sekitar 80% peserta pelatihan mengalami stres akibat pandemi COVID-19 yang menerpa Indonesia lebih dari tujuh bulan.

Dokter Kesehatan Jiwa Teddy Hidayat mengatakan, pihaknya menggelar kegiatan Emphatic Online Short Course and Psychiatric Essential (Escape).

Acara tersebut diikuti banyak peserta dengan mekanisme online, agar mencakup peserta lebih luas dari seluruh Indonesia.

Hasil psikometrik didapatkan, 80% peserta mengaku mengalami stres. Gangguan kejiwaan ini dikhawatirkan mengarah pada gangguan kesehatan fisik lainnya.

Angka ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian terhadap orang dewasa di Inggris, di mana selama satu tahun terakhir 74% pernah merasa sangat tertekan sehingga merasa kewalahan atau tidak mampu mengatasinya.

"Bila dibandingkan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya yaitu satu bulan setelah COVID-19 atau 7 bulan yang lalu, angkanya meningkat sebesar 17%," kata Teddy, Rabu (21/10/2020).

Untuk mengukur beban stres peserta selama satu tahun terakhir digunakan alat ukur Holmes dan Rahe.

Hasilnya, sebagian atau 50% peserta memiliki Skor Holmes dan Rahe di atas 150. Artinya, mereka sudah mengalami stres. Sementara 40% memiliki Skor Holmes dan Rahe 200-300. Artinya, 50% sudah mengalami gangguan fisik atau psikis.

"Secara mayoritas, nilai di atas 400 atau sebanyak 80% sudah mengalami keluhan fisik dan psikis. Ini akan beresiko menderita jantung coroner, karena ada sebesar 20% mempunyai kepribadian tipe A," beber dia.

Lebih lanjut Teddy menjelaskan, stres disebabkan darurat kesehatan COVID-19. Penyakit ini datang tiba-tiba, menyebar cepat dan dapat berakhir dengan kematian karena belum ada obat atau vaksin.

Konsekuensi ekonomi yang ditimbulkannya terus dirasakan, karena banyak perusahaan melepaskan karyawannya dalam upaya menyelamatkan bisnis mereka sehingga mata pencaharian pekerja terancam dan sejumlah besar orang terjebak dalam kemiskinan.

Kondisi ini membuat mereka dihadapkan pada situasi krisis atau stres berat yang pada gilirannya berujung pada penyakit baik fisik maupun psikis.

"Stres dapat menjadi pembunuh utama yang nyata, baik di tempat kerja maupun di kehidupan sehari-hari," katanya. (Baca juga: Ibu Muda Nyaris Melahirkan di Pos Pantau Tol Cipularang)

Menurut dia, pihaknya telah membuat layanan kesehatan jiwa salah satunya stres, melalui ruangempati.com. Layanan online ini bekerja sama dengan beberapa institusi dan kelompok yang peduli terhadap kesehatan jiwa. (Baca juga: Mayjen Chairawan, Asisten Khusus Prabowo Tulis Buku Motivasi)

Aplikasi ruangempati.com memberi layanan diantaranya konseling online bagi yang membutuhkan, psikoedukasi, psikoterapi seni, olah raga dalam masa pandemi dan mindfulness meditation.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Macet Horor di Tanjung...
Macet Horor di Tanjung Priok Bikin Stres Sopir Angkot
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Diduga Stres, Mahasiswi...
Diduga Stres, Mahasiswi Loncat Bunuh Diri dari Lantai 12 Gedung Mahligai Jambi
Pelaku Mutilasi Cibalong...
Pelaku Mutilasi Cibalong Garut Jalani Observasi Kejiwaan di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Tak Selalu Karena Usia,...
Tak Selalu Karena Usia, Ini 5 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Pakar: Untuk Kebutuhan Penyidikan
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo, Refly: Untung Masih Sempat Salat Subuh, tapi Belum Mandi
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Berita Terkini
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Infografis
Jadwal Resmi Libur Sekolah...
Jadwal Resmi Libur Sekolah Selama Bulan Ramadan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved