Ratusan ASN Sleman Kembali Dirapid Tes, 10 Reaktif
Selasa, 20 Oktober 2020 - 16:13 WIB
loading...
ASN Disdukcapil dan DLH Sleman sedang mengikuti rapid tes di Disdukcapil Sleman, Selasa (20/10/2020). Foto/Ist
A
A
A
SLEMAN - Pemkab Sleman kembali menggelar rapid diagnotic tesr (RDT) atau tes cepat COVID-19 massal bagi ratusan aparatur sipil negara (ASN), Selasa (20/10/2020).
Kali ini di dua organisasi perangkat daerah (OPD), yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapi) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). RDT dilakukan, di kantor Disdukcapil, Sleman.
Kegiatan ini untuk mengetahui kondisi kesehatan para ASN di OPD yang memiliki pelayanan tatap muka sekaligus mencegah terjadinya klaster baru COVID-19 dari sektor perkantoran.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Novita Krisnaeni, mengatakan saat ini tengah melakukan skrining di instansi pemerintah, terutama instansi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti di Disdukcapil dan DLH. Sebab instansi tersebut tergolong rentan tertular COVID-19.
“Karena itu perlu skrining awal. Jika ada yang reaktif COVID-19 segera bisa ditanggani. Sehingga dengan langkah ini diharapkan klaster baru dapat dicegah,” kata Novi panggilan Novita Krinaeni di sela-sela kegiatan tersebut, Selasa (20/10/2020).
Novi menjelaskan jumlah ASN di dua OPD itu yang mengikuti rapid tes sebanyak 310 orang (79 ASN Disdukcapil dan 231 ASN DLH). Dari jumlah itu, 10 ASN hasilnya reakktif (1 ASN Disdiukcapil dan 9 ASN DLH) sidanya non reaktif.
“Sebagai tindaklanjutnya 10 ASN yang hasilnya reaktif akan menjalani Swab untuk mengetahui positif atau negatif COVID-19,” tuturnya.
Kali ini di dua organisasi perangkat daerah (OPD), yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapi) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). RDT dilakukan, di kantor Disdukcapil, Sleman.
Kegiatan ini untuk mengetahui kondisi kesehatan para ASN di OPD yang memiliki pelayanan tatap muka sekaligus mencegah terjadinya klaster baru COVID-19 dari sektor perkantoran.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Novita Krisnaeni, mengatakan saat ini tengah melakukan skrining di instansi pemerintah, terutama instansi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti di Disdukcapil dan DLH. Sebab instansi tersebut tergolong rentan tertular COVID-19.
“Karena itu perlu skrining awal. Jika ada yang reaktif COVID-19 segera bisa ditanggani. Sehingga dengan langkah ini diharapkan klaster baru dapat dicegah,” kata Novi panggilan Novita Krinaeni di sela-sela kegiatan tersebut, Selasa (20/10/2020).
Novi menjelaskan jumlah ASN di dua OPD itu yang mengikuti rapid tes sebanyak 310 orang (79 ASN Disdukcapil dan 231 ASN DLH). Dari jumlah itu, 10 ASN hasilnya reakktif (1 ASN Disdiukcapil dan 9 ASN DLH) sidanya non reaktif.
“Sebagai tindaklanjutnya 10 ASN yang hasilnya reaktif akan menjalani Swab untuk mengetahui positif atau negatif COVID-19,” tuturnya.
Lihat Juga :