Risma Kecam Oknum yang Seret Anak Dalam Demo Rusuh
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:05 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan motivasi pada anak untuk fokus belajar daripada ikut demo yang tak tahu tujuannya. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya , Tri Rismaharini mengecam oknum-oknum yang melibatkan anak-anak dalam aksi demonstrasi. Sebab, anak-anak tidak tahu apa-apa dalam aksi protes dan cenderung untuk dieksploitasi pihak yang tak bertanggungjawab.
(Baca juga: Risma Ngamuk pada 58 Anak yang Terlibat Rusuh Demo Omnibus Law )
Risma juga sudah menyampaikan protes keras kepada siapapun yang telah melibatkan anak-anak dalam demo rusuh. Sebab, mereka belum tahu maksud dan aksi demo serta kekerasan seperti itu.
"Saya protes keras karena melibatkan anak-anak dalam kejadian kemarin (demo Omnibus Law , red). Karena mereka belum mengerti apa-apa. Melibatkan mereka sama juga dengan mengeksploitasi anak," kata Risma ketika bertemu dengan 58 anak yang ikut demo Omnibus Law di SMPN 1 Surabaya , Senin (19/10/2020.
Ia melanjutkan, pihaknya mengajak kepada seluruh warga Kota Surabaya , untuk menjaga anak-anak supaya tidak lagi terlibat dalam demo anarkis. Dengan cara itu, ia berharap bisa melindungi anak-anak Surabaya dari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk eksplotasi yang dilakukan pada anak-anak.
(Baca juga: Risma Ngamuk pada 58 Anak yang Terlibat Rusuh Demo Omnibus Law )
Risma juga sudah menyampaikan protes keras kepada siapapun yang telah melibatkan anak-anak dalam demo rusuh. Sebab, mereka belum tahu maksud dan aksi demo serta kekerasan seperti itu.
"Saya protes keras karena melibatkan anak-anak dalam kejadian kemarin (demo Omnibus Law , red). Karena mereka belum mengerti apa-apa. Melibatkan mereka sama juga dengan mengeksploitasi anak," kata Risma ketika bertemu dengan 58 anak yang ikut demo Omnibus Law di SMPN 1 Surabaya , Senin (19/10/2020.
Ia melanjutkan, pihaknya mengajak kepada seluruh warga Kota Surabaya , untuk menjaga anak-anak supaya tidak lagi terlibat dalam demo anarkis. Dengan cara itu, ia berharap bisa melindungi anak-anak Surabaya dari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk eksplotasi yang dilakukan pada anak-anak.
Lihat Juga :