Penanganan Pandemi COVID-19 di Kepulauan Masih Terbatas

Senin, 19 Oktober 2020 - 11:50 WIB
loading...
Penanganan Pandemi COVID-19...
Andre Bayu Nugroho ketika berada di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu pasien COVID-19. Foto/Ist
A A A
SURABAYA - Andre Bayu Nugroho tak mengira, jika keputusannya memperpanjang kontrak program dokter pegawai tidak tetap (PTT) akan membawanya merasakan situasi pelayanan kesehatan dengan fasilitas yang serba terbatas di kepulauan saat masa pandemi COVID-19 .

Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga angkatan 2011 itu hanya mengikuti program dokter PTT selama satu tahun yang dimulai sejak Februari 2019 hingga Januari 2020 di Rumah Sakit Kristen (RSK) Lindimara, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Usai mengikuti program itu, dirinya berencana mendaftar sekolah spesialis (PPDS). Sayang, rencananya harus tertunda karena pandemi. “Jadi, daripada nganggur, saya perpanjang durasi kontrak PTT sampai tanggal 31 Maret 2020, sambil menunggu pelaksanaan seleksi PPDS dibuka lagi,” kata Andre, Senin (19/10/2020).

Semakin hari, lanjutnya, jumlah orang yang terpapar COVID-19 terus bertambah. Dari data yang tercatat di situs covid19.nttprov.go.id, kasus positif pertama untuk Provinsi NTT mulai terdeteksi pada tanggal 10 April sebanyak satu orang.

“Tapi, beberapa kabupaten lain juga sudah melaporkan adanya kasus positif berdasarkan rapid test,” kata dia.

Guna menahan laju penyebaran virus, pemerintah provinsi akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menutup area wisata, melarang pedagang kaki lima berjualan, memperketat akses perbatasan, serta memberlakukan karantina bagi pelaku perjalanan.

“Sejak akses perbatasan diperketat, beberapa bandara dan pelabuhan ikut membatasi aktivitasnya. Dan benar aja, saya yang seharusnya pulang akhir Maret lalu, batal karena sudah tidak ada pesawat masuk ke Waingapu. Kalau mau naik pesawat harus ikut rapid test, tapi tetep nggak bisa, karena alat testnya sedikit. Kapal juga jarang,” jelas dia.

Kegiatan masyarakat yang memicu kerumunan, seperti upacara kematian atau upacara adat lainnya pun ditiadakan. “Di daerah NTT, termasuk Sumba Timur, ada tradisi cium hidung. Namun, sejak pandemi bupati melarang untuk cium hidung dulu,” imbuhnya.

Andre menjelaskan, ada tiga rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan untuk menjadi rujukan utama dalam menangani kasus positif corona di NTT. Yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr TC Hillers, RSUD Dr WZ Johannes, dan RSUD Komodo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadiri IDC, Ridwan Kamil...
Hadiri IDC, Ridwan Kamil Sebut Pandemi Covid-19 Percepat Disrupsi Digital
Jus Pala, Inovasi Bisnis...
Jus Pala, Inovasi Bisnis UMKM saat Pandemi Covid-19 yang Kini Kian Berkembang
Awas! Ada Peningkatan...
Awas! Ada Peningkatan Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul
Vaksin Covid-19 Penguat...
Vaksin Covid-19 Penguat di Kepri Tinggal Tersisa 10 Ribu Dosis
Di Hadapan Ribuan Babinsa,...
Di Hadapan Ribuan Babinsa, Menhan Prabowo Puji Cara Presiden Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
Nihil Kasus Aktif Covid-19,...
Nihil Kasus Aktif Covid-19, Kepri Belum Berstatus Endemi
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
Rekomendasi
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU Polri Jadi UU
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved