Bantah Sekap-Aniaya Polisi, Ini Kronologi Kejadian Versi KAMI Jabar
Kamis, 15 Oktober 2020 - 12:41 WIB
loading...
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jabar membantah telah terjadi penyekapan dan penganiayaan terhadap anggota Polda Jabar, Brigadir Polisi (Brigpol) Azis di salah satu rumah Jalan Sultan Agung, Kota Bandung, Jawa Barat pada Kamis 8 Oktober 2020 petang.
Presidium KAMI Jabar Syafril Sofyan mengatakan, dirinya tidak berada di lokasi kejadian saat peristiwa dugaan penyekapan dan penganiayaan terjadi. Namun, pihaknya menghimpun laporan dari berbagai pihak kemudian menarik simpulan terkait kejadian itu. (BACA JUGA: 6 Aktivis KAMI Diperiksa Polda Jabar terkait Penyekapan-Penganiayaan Polisi )
Syafril mengatakan, peristiwa itu berawal saat datang seorang pria berpakaian preman yang belakangan diketahui polisi, Brigpol Azis, masuk ke halaman rumah yang jadi posko relawan di Jalan Sultan Agung. (BACA JUGA: Penyekapan-Penganiayaan Polisi, Polda Jabar Dalami Dugaan Keterlibatan Kelompok Ini )
Korban Brigadir Azis, kata Syafril, datang dengan membawa pentungan lalu mengucapkan kata-kata- bernada provokatif. Namun Syafril tak menjelaskan kata-kata provokatif yang dimaksud. (BACA JUGA: Sekap dan Aniaya Intel Polda Jabar Pakai Sekop-Batu, 7 Orang Jadi Tersangka )
Relawan yang berada di lokasi kejadian, kata dia, menanyakan identitas pria tersebut. Saat itu, korban tak mengaku sebagai polisi. "Di sini saya ingin meluruskan bahwa kejadian itu tidak ada yang namanya penyekapan," kata Syafril kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2020).
Presidium KAMI Jabar Syafril Sofyan mengatakan, dirinya tidak berada di lokasi kejadian saat peristiwa dugaan penyekapan dan penganiayaan terjadi. Namun, pihaknya menghimpun laporan dari berbagai pihak kemudian menarik simpulan terkait kejadian itu. (BACA JUGA: 6 Aktivis KAMI Diperiksa Polda Jabar terkait Penyekapan-Penganiayaan Polisi )
Syafril mengatakan, peristiwa itu berawal saat datang seorang pria berpakaian preman yang belakangan diketahui polisi, Brigpol Azis, masuk ke halaman rumah yang jadi posko relawan di Jalan Sultan Agung. (BACA JUGA: Penyekapan-Penganiayaan Polisi, Polda Jabar Dalami Dugaan Keterlibatan Kelompok Ini )
Korban Brigadir Azis, kata Syafril, datang dengan membawa pentungan lalu mengucapkan kata-kata- bernada provokatif. Namun Syafril tak menjelaskan kata-kata provokatif yang dimaksud. (BACA JUGA: Sekap dan Aniaya Intel Polda Jabar Pakai Sekop-Batu, 7 Orang Jadi Tersangka )
Relawan yang berada di lokasi kejadian, kata dia, menanyakan identitas pria tersebut. Saat itu, korban tak mengaku sebagai polisi. "Di sini saya ingin meluruskan bahwa kejadian itu tidak ada yang namanya penyekapan," kata Syafril kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2020).
Lihat Juga :