Diduga Terjadi Penyekapan Polisi di Rumah Jalan Sultan Agung, Ini Kata Pemiliknya
Selasa, 13 Oktober 2020 - 13:37 WIB
loading...
Rumah di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung yang menjadi lokasi dugaan penyekapan dan penganiayaan polisi anggota Polda Jabar pada Kamis (8/10/2020) lalu. Foto/Istimewa
A
A
A
BANDUNG - Anggota Polri yang bertugas di Polda Jabar diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh sejumlah orang di salah satu rumah di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung pada Kamis 8 Oktober 2020 sekitar 18.40 WIB.
Fadly, pemilik rumah itu angkat bicara terkait peristiwa tersebut. Ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (13/10/2020), Fadly mengatakan, benar telah terjadi dugaan penyekapan dan penganiayaan anggota Polda Jabar di rumahnya. (BACA JUGA: Sekap dan Aniaya Intel Polda Jabar Pakai Sekop-Batu, 7 Orang Jadi Tersangka )
Peristiwa itu, kata Fadly, berawal pada Kamis (8/10/2020) pagi, datang sejumlah relawan yang meminta izin menggunakan teras rumahnya untuk memberikan bantuan medis bagi para demonstran yang menolak Omnibus Law . (BACA JUGA: 3 Hari Demo Anarkistis Tolak UU Cipta Kerja di Bandung, Polisi Amankan 429 Orang )
"Karena alasan kemanusiaan dan ingin membantu, saya izinkan para relawan memakai teras rumah saya untuk perawatan medis bagi demonstran," kata Fadly. (BACA JUGA: Longsor Tutup Jalur Tasikmalaya-Pangandaran, Rumah dan Truk Tertimbun )
Menjelang magrib, saat Fadly sedang menonton televisi, tiba-tiba mendengar suara pintu gerbang rumah dipukul. Fadly lalu memeriksa gerbang.
Fadly, pemilik rumah itu angkat bicara terkait peristiwa tersebut. Ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (13/10/2020), Fadly mengatakan, benar telah terjadi dugaan penyekapan dan penganiayaan anggota Polda Jabar di rumahnya. (BACA JUGA: Sekap dan Aniaya Intel Polda Jabar Pakai Sekop-Batu, 7 Orang Jadi Tersangka )
Peristiwa itu, kata Fadly, berawal pada Kamis (8/10/2020) pagi, datang sejumlah relawan yang meminta izin menggunakan teras rumahnya untuk memberikan bantuan medis bagi para demonstran yang menolak Omnibus Law . (BACA JUGA: 3 Hari Demo Anarkistis Tolak UU Cipta Kerja di Bandung, Polisi Amankan 429 Orang )
"Karena alasan kemanusiaan dan ingin membantu, saya izinkan para relawan memakai teras rumah saya untuk perawatan medis bagi demonstran," kata Fadly. (BACA JUGA: Longsor Tutup Jalur Tasikmalaya-Pangandaran, Rumah dan Truk Tertimbun )
Menjelang magrib, saat Fadly sedang menonton televisi, tiba-tiba mendengar suara pintu gerbang rumah dipukul. Fadly lalu memeriksa gerbang.
Lihat Juga :