Gojek Bantu UMKM Kota Bandung Lewati Krisis Akibat Pandemi
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Hasil riset LD FEBUI juga menunjukkan bagaimana GoFood menjadi penyangga ekonomi di Kota Bandung bagi mereka yang penghasilannya terdampak pandemi, terutama pekerja swasta dan profesional.
Riset menemukan bahwa 73% mitra GoFood yang disurvei baru bergabung saat pandemi COVID-19 (sejak Maret 2020). Di antara mitra tersebut, 96% adalah pengusaha skala mikro dan 43% di antara mereka merupakan pengusaha yang pertama kali mulai berbisnis. (BACA JUGA: Pangdam Jaya Duga Kelompok Anarko di Balik Kericuhan di Jakarta)
Riset juga menemukan bahwa mayoritas mitra UMKM menganggap mampu beradaptasi di tengah pandemi karena berada di ekosistem Gojek. UMKM yang merasa mampu beradaptasi selama pandemi dengan menjadi mitra adalah 88% mitra UMKM GoFood, 97% mitra UMKM social seller pengguna GoSend, dan 89% mitra UMKM GoPay.
"Hal ini dikarenakan mitra menganggap solusi teknologi dan non-teknologi dari Gojek membantu keberlangsungan usaha mereka. Mitra UMKM GoFood merasakan manfaat dari fitur teknologi pengaturan promosi mandiri via aplikasi GoBiz (69%) dan periode promosi GoFood (71%)," paparnya.
Sementara mitra UMKM social sellers pengguna GoSend, lanjut Alfrinda, sangat merasakan manfaat dari fitur layanan GoSend dalam kota (82%) dan layanan GoSend antar-kota (37%). Sedangkan, mitra UMKM GoPay merasakan manfaat dari fitur penerimaan pembayaran non-tunai (83%) dan aplikasi GoBiz (60%).
Bahkan, mayoritas mitra UMKM GoFood akan tetap bermitra dengan Gojek untuk jangka panjang (88%) karena mereka merasa dapat bertahan bersama Gojek (88%). Sekitar 91% mitra juga cenderung optimistis, bersama Gojek, usaha mereka akan tetap tumbuh, penghasilan kembali seperti sebelumnya, dan dapat mencukupi kebutuhan diri dan keluarga.
"Riset juga mengungkapkan bahwa 88% mitra driver di Kota Bandung mendapatkan bantuan dari Gojek selama masa pandemi COVID-19 dan 88% mitra mengapresiasi bantuan tersebut," imbuhnya. (BACA JUGA: 3 Hari Demo Anarkistis Tolak UU Cipta Kerja di Bandung, Polisi Amankan 429 Orang)
Riset menemukan bahwa 73% mitra GoFood yang disurvei baru bergabung saat pandemi COVID-19 (sejak Maret 2020). Di antara mitra tersebut, 96% adalah pengusaha skala mikro dan 43% di antara mereka merupakan pengusaha yang pertama kali mulai berbisnis. (BACA JUGA: Pangdam Jaya Duga Kelompok Anarko di Balik Kericuhan di Jakarta)
Riset juga menemukan bahwa mayoritas mitra UMKM menganggap mampu beradaptasi di tengah pandemi karena berada di ekosistem Gojek. UMKM yang merasa mampu beradaptasi selama pandemi dengan menjadi mitra adalah 88% mitra UMKM GoFood, 97% mitra UMKM social seller pengguna GoSend, dan 89% mitra UMKM GoPay.
"Hal ini dikarenakan mitra menganggap solusi teknologi dan non-teknologi dari Gojek membantu keberlangsungan usaha mereka. Mitra UMKM GoFood merasakan manfaat dari fitur teknologi pengaturan promosi mandiri via aplikasi GoBiz (69%) dan periode promosi GoFood (71%)," paparnya.
Sementara mitra UMKM social sellers pengguna GoSend, lanjut Alfrinda, sangat merasakan manfaat dari fitur layanan GoSend dalam kota (82%) dan layanan GoSend antar-kota (37%). Sedangkan, mitra UMKM GoPay merasakan manfaat dari fitur penerimaan pembayaran non-tunai (83%) dan aplikasi GoBiz (60%).
Bahkan, mayoritas mitra UMKM GoFood akan tetap bermitra dengan Gojek untuk jangka panjang (88%) karena mereka merasa dapat bertahan bersama Gojek (88%). Sekitar 91% mitra juga cenderung optimistis, bersama Gojek, usaha mereka akan tetap tumbuh, penghasilan kembali seperti sebelumnya, dan dapat mencukupi kebutuhan diri dan keluarga.
"Riset juga mengungkapkan bahwa 88% mitra driver di Kota Bandung mendapatkan bantuan dari Gojek selama masa pandemi COVID-19 dan 88% mitra mengapresiasi bantuan tersebut," imbuhnya. (BACA JUGA: 3 Hari Demo Anarkistis Tolak UU Cipta Kerja di Bandung, Polisi Amankan 429 Orang)
Lihat Juga :