Kontribusi Gojek Terhadap Ekonomi Kota Surabaya 2019 Capai Rp12,1 Triliun
Kamis, 01 Oktober 2020 - 21:01 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Selama pandemi COVID-19, Gojek mendukung ketahanan ekonomi di Kota Surabaya. Platform digital Gojek membantu pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) bertahan di tengah pandemi dan optimistis tumbuh ke depannya.
Salah satunya melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk “go digital.”
Sebelum pandemi, mitra Gojek dari lima layanan (GoFood, GoPay, GoSend, GoCar dan GoRide) berkontribusi Rp12,1 triliun pada ekonomi Kota Surabaya di 2019. Bila menggunakan metode perhitungan pendapatan domestik regional bruto (PDRB), nilai produksi di ekosistem digital Gojek selama tahun 2019 mencapai Rp15,7 triliun atau setara dengan 2,9% PDRB Kota Surabaya.
Hal tersebut diungkapkan dalam hasil riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (singkatnya LD) yang berjudul, “Peran Ekosistem Digital Gojek di Ekonomi Surabaya Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19.”
Dr. Alfindra Primaldhi, Peneliti LD memaparkan, riset ini menunjukkan pentingnya peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro, untuk bertahan di masa pandemi.
(Baca juga: Sering Diumpat Kapolres dengan Kata-kata Kasar, Kasat Sabhara Polres Blitar Mengundurkan Diri )
Kondisi pandemi tentu menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis. Salah satu adaptasi itu adalah adanya perubahan usaha dari yang sebelumnya tradisional menjadi usaha digital.
Salah satunya melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk “go digital.”
Sebelum pandemi, mitra Gojek dari lima layanan (GoFood, GoPay, GoSend, GoCar dan GoRide) berkontribusi Rp12,1 triliun pada ekonomi Kota Surabaya di 2019. Bila menggunakan metode perhitungan pendapatan domestik regional bruto (PDRB), nilai produksi di ekosistem digital Gojek selama tahun 2019 mencapai Rp15,7 triliun atau setara dengan 2,9% PDRB Kota Surabaya.
Hal tersebut diungkapkan dalam hasil riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (singkatnya LD) yang berjudul, “Peran Ekosistem Digital Gojek di Ekonomi Surabaya Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19.”
Dr. Alfindra Primaldhi, Peneliti LD memaparkan, riset ini menunjukkan pentingnya peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro, untuk bertahan di masa pandemi.
(Baca juga: Sering Diumpat Kapolres dengan Kata-kata Kasar, Kasat Sabhara Polres Blitar Mengundurkan Diri )
Kondisi pandemi tentu menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis. Salah satu adaptasi itu adalah adanya perubahan usaha dari yang sebelumnya tradisional menjadi usaha digital.
Lihat Juga :