Niat Sebar Hoaks Uji Vaksin COVID-19, Akhirnya 'Gatot'
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 22:50 WIB
loading...
Tangkapan layar unggahan foto Ridwan Kamil. Foto/Instagram: @ridwankamil
A
A
A
BANDUNG - Di tengah upaya pemerintah menghadirkan vaksin untuk mengakhiri pandemi COVID-19 , nyatanya masih banyak masyarakat yang tidak percaya bahwa COVID-19 itu nyata. (Baca juga: Viral di Medsos, Tahanan Polsek Karang Jaya Muratara Kabur )
Bahkan, uji klinis calon vaksin COVID-19 , Sinovac yang kini tengah berjalan di Kota Bandung, dituding sebagai bagian rekayasa dan pembohongan publik. Tudingan itu pun dirasakan langsung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang juga salah satu relawan uji klinis vaksin Sinovac.
Diketahui, Ridwan Kamil telah menjalani pengambilan darah pertama di Puskesmas Garuda, Rabu (30/9/3020) lalu untuk memastikan ada tidaknya imunitas terhadap COVID-19 pascapenyuntikan vaksin ke dalam tubuhnya.
Lewat akun Instagram pribadinya @Ridwan Kamil, orang nomor 1 di Jabar itu membagikan potongan-potongan komentar warganet terhadap foto pengambilan darah yang diunggah Ridwan Kamil . Warganet menuding bahwa pengambilan darah yang dijalani Ridwan Kamil palsu dan hanya pencitraan.
Komentar-komentar nyinyir itu bermunculan setelah pemilik akun @teluuur menulis: Padahal tutup jarum suntiknya belum dibuka sebagai perbandingan silahkan cek story. (Baca juga: Kasat Sabhara Polres Blitar Batal Mundur dari Kepolisian )
Alih-alih hendak menyebarkan hoaks, warganet yang tak percaya unggahan foto Ridwan Kamil tersebut malah kena batunya karena tak tahu bahwa alat yang digunakan ternyata bukanlah jarum suntik biasa, melainkan vacutainer.
"Alat ini namanya VACUTAINER mas @teluuur. Ada dua jarum: satu ke vena satu ke tabungnya. Yang terlihat seperti tutup itu, ya itulah tabungnya. Teknologi baru dalam pengambilan darah. Beda dengan jarum suntik jadul yang biasa dipakai. Jika gak ngerti tanya pada ahlinya, bukan menuding pura-pura disuntik dan pembohongan publik. Posting dari yang tidak berilmu dikeproki oleh followernya yang sama2 tidak pakai ilmu. Kasian. Pikarunyaeun. Dimaafkan" tulis Ridwan Kamil .
Bahkan, uji klinis calon vaksin COVID-19 , Sinovac yang kini tengah berjalan di Kota Bandung, dituding sebagai bagian rekayasa dan pembohongan publik. Tudingan itu pun dirasakan langsung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang juga salah satu relawan uji klinis vaksin Sinovac.
Diketahui, Ridwan Kamil telah menjalani pengambilan darah pertama di Puskesmas Garuda, Rabu (30/9/3020) lalu untuk memastikan ada tidaknya imunitas terhadap COVID-19 pascapenyuntikan vaksin ke dalam tubuhnya.
Lewat akun Instagram pribadinya @Ridwan Kamil, orang nomor 1 di Jabar itu membagikan potongan-potongan komentar warganet terhadap foto pengambilan darah yang diunggah Ridwan Kamil . Warganet menuding bahwa pengambilan darah yang dijalani Ridwan Kamil palsu dan hanya pencitraan.
Komentar-komentar nyinyir itu bermunculan setelah pemilik akun @teluuur menulis: Padahal tutup jarum suntiknya belum dibuka sebagai perbandingan silahkan cek story. (Baca juga: Kasat Sabhara Polres Blitar Batal Mundur dari Kepolisian )
Alih-alih hendak menyebarkan hoaks, warganet yang tak percaya unggahan foto Ridwan Kamil tersebut malah kena batunya karena tak tahu bahwa alat yang digunakan ternyata bukanlah jarum suntik biasa, melainkan vacutainer.
"Alat ini namanya VACUTAINER mas @teluuur. Ada dua jarum: satu ke vena satu ke tabungnya. Yang terlihat seperti tutup itu, ya itulah tabungnya. Teknologi baru dalam pengambilan darah. Beda dengan jarum suntik jadul yang biasa dipakai. Jika gak ngerti tanya pada ahlinya, bukan menuding pura-pura disuntik dan pembohongan publik. Posting dari yang tidak berilmu dikeproki oleh followernya yang sama2 tidak pakai ilmu. Kasian. Pikarunyaeun. Dimaafkan" tulis Ridwan Kamil .
Lihat Juga :