Epidemiolog Undip: Bakal Terjadi Ledakan Kasus COVID-19 Pasca-Pilkada

Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:22 WIB
loading...
Epidemiolog Undip: Bakal...
Epidemiolog Undip Semarang, Prof Dr dr Suharyo Hadisaputro Sp.PD-KPTI. (Foto/Inews TV/ Taufik Budi)
A A A
SEMARANG - Epidemiolog Universitas Diponegoro (Undip) Semarang , Prof Dr dr Suharyo Hadisaputro Sp.PD-KPTI, memprediksi bakal terjadi ledakan kasus COVID-19 terjadi pasca- Pilkada Serentak 2020.

Semangat pendukung untuk memenangkan pasangan calon akan membuat mereka abai terhadap protokol kesehatan.

“Kalau saya dari pandangan aspek epidemiologi kurang setuju (Pilkada) oleh karena beberapa hal yang perlu dipikirkan. Bahwa saat ini jumlah kasus COVID-19 tiap harinya itu lebih dari 4.000,” kata Prof Suharyo, Kamis (1/10/2020). (BACA JUGA: Makanan Sehat Ini Baik untuk Anak Selama Pandemi Covid-19)

“Kita tahu bahwa bulan pada awal-awal Covid-19 itu kan meningkat 50.000, dari 0 sampai 50.000 dibutuhkan waktu 120 hari, kemudian 50.000 berikutnya dibutuhkan waktu 32 hari, kemudian 50.000 berikutnya dibutuhkan waktu hanya 20 hari, sekarang ini 50.000 peningkatan kasus baru itu dibutuhkan hanya waktu 15 hari. Sehingga makin lama makin pendek (waktu penularan) jumlah kasus ini,” beber dia.

Peningkatan kasus Covid-19 diperkirakan akan semakin cepat, usai gelaran Pilkada 2020. Sebab, Pilkada berpotensi menciptakan ruang untuk masyarakat berkerumun. Masa kampanye dan pencoblosan pada 9 Desember, menjadi saat-saat kritis penularan Covid-19.

“Adaptasi kebiasaan baru pada masyarakat di dalam pencegahan Covid-19 itu belum bisa diterapkan secara bagus. Pilkada itu kan ada tahapan kampanye, kemudian ada tahapan Pilkadanya (pencoblosan) sendiri itu kan rentan terhadap (penularan) Covid-19,” ungkapnya. (BACA JUGA: Kekeringan Landa Desa di Kabupaten Mojokerto)

“Oleh karena mesti banyak orang berkerumun. Padahal berkerumun ini yang menjadi menjadi masalah karena berkerumun itu berarti penyebaran Covid-19 ini akan lebih banyak,” lugas pria asal Pati ini.

Menurutnya, penyebaran virus asal Wuhan China itu yang semula dari percikan dahak kini juga bisa menular melalui udara. Oleh karenanya potensi penularan pada tahap-tahap Pilkada yang menyebabkan kerumunan massa, akan terbuka lebar.

“Kita tahu bahwa penyebaran (virus) itu tidak hanya percikan dahak, tapi lewat udara juga bisa. Lewat alat-alat yang disentuh oleh seseorang itu bisa juga, sehingga kemungkinan untuk Covid-19 ini menyebar untuk tahap-tahap Pilkada, menurut saya itu potensi tinggi (penularannya),” terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Sandiaga Uno Minta Warga...
Sandiaga Uno Minta Warga Cianjur Jaga Prokes usai Kasus Covid-19 Meningkat
Perubahan Iklim Disebut...
Perubahan Iklim Disebut Komnas HAM Jadi Krisis Terberat usai Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Berita Terkini
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved