4 Perusda Belum Setor Deviden, Rahmat : RPH Kita Tidak Berharap
Selasa, 29 September 2020 - 08:00 WIB
loading...
Setoran deviden masih jauh dari target, bahkan, ada empat perusda yang sama sekali belum menyetor deviden. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Kinerja perusda milik Pemkot Makassar belum maksimal. Setoran deviden masih jauh dari target, bahkan, ada empat perusda yang sama sekali belum menyetor deviden. Baca : Rencana Perubahan PD Parkir jadi Perumda Segera Dibahas
Keempatnya yakni PD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR), PD Parkir Makassar Raya , dan PD Terminal Makassar Metro.
Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Rahmat Mappatoba mengatakan hingga saat ini baru dua perusda yang sudah menyetor deviden. Keduanya yakni Perusahaan Umum Daera Air Minum (PDAM) Rp9,3 miliar dan PD Pasar Makassar Raya Rp300 juta. Setoran itu merupakan deviden 2019 yang dibayar tahun ini.
"Kalau PDAM sudah tidak ada tambahan, setorannya cuma begitu. Itu ada aturan mereka yang mengatur. Kecuali PD Pasar itu dia cicil dan baru Rp300 juta yang dia setor dari target Rp1,2 miliar," kata Rahmat, kemarin. Baca Juga : Pemenang Proyek Jalur Pedestrian Metro Tanjung Bunga Ada di Tangan Dinas PU
Sedangkan, empat perusda lain yang belum menyetor deviden dan ia mengaku tidak mau terlalu berharap. Khusunya untuk PD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR), tanpa target deviden. "RPH kita tidak berharap ada deviden di situ sekalipun ada targat Rp200 juta," tuturnya.
Keempatnya yakni PD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR), PD Parkir Makassar Raya , dan PD Terminal Makassar Metro.
Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Rahmat Mappatoba mengatakan hingga saat ini baru dua perusda yang sudah menyetor deviden. Keduanya yakni Perusahaan Umum Daera Air Minum (PDAM) Rp9,3 miliar dan PD Pasar Makassar Raya Rp300 juta. Setoran itu merupakan deviden 2019 yang dibayar tahun ini.
"Kalau PDAM sudah tidak ada tambahan, setorannya cuma begitu. Itu ada aturan mereka yang mengatur. Kecuali PD Pasar itu dia cicil dan baru Rp300 juta yang dia setor dari target Rp1,2 miliar," kata Rahmat, kemarin. Baca Juga : Pemenang Proyek Jalur Pedestrian Metro Tanjung Bunga Ada di Tangan Dinas PU
Sedangkan, empat perusda lain yang belum menyetor deviden dan ia mengaku tidak mau terlalu berharap. Khusunya untuk PD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR), tanpa target deviden. "RPH kita tidak berharap ada deviden di situ sekalipun ada targat Rp200 juta," tuturnya.
Lihat Juga :