Antisipasi Resesi, Pemprov Terus Genjot Kinerja Perekonomian
Selasa, 29 September 2020 - 06:05 WIB
loading...
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus memacu kinerja perekonomian untuk mengantisipasi terjadinya ancaman resesi nasional. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus memacu kinerja perekonomian untuk mengantisipasi terjadinya ancaman resesi nasional . Sektor pertanian pun digenjot agar bisa menopang pertumbuhan ekonomi. Baca :Anggaran Kesehatan Naik 2 Persen di APBD Perubahan Sulsel
"Produksi pertanian Sulsel masih dalam on the track. Bahkan terjadi peningkatan produksi. Oleh karena itu saya kira kita jangan terbawa arus soal resesi . Karena kita di Sulsel, apalagi Indonesia sebagai negara agraris tentu diharapkan kita jangan sampai kena resesi ," tukas Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah.
Gubernur memprediksi pertumbuhan ekonomi Sulsel di kuartal ketiga tidak lagi terkontraksi lebih dalam. Minimal, kata dia, sudah di atas 0%. "Proyeksi kita yang penting tidak minus," tegas Nurdin.
Semua sektor, lanjut Nurdin sudah dipacu untuk bergerak, disamping penanganan COVID-19 tetap berjalan. "Kalau kita semua bangun sinergi membuat langkah yang sama, kita saling menopang, bukan saling menghujat, dan saling merendahkan. Kondisi yang sulit ini kita harus jaga soliditas kita. Itu aja kuncinya,"jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Sulsel, Junaedi Bakri tak menampik, sejak awal masa pandemi COVID-19 di kuartal kedua, perekonomian di Sulsel sempat anjlok. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor.
"Produksi pertanian Sulsel masih dalam on the track. Bahkan terjadi peningkatan produksi. Oleh karena itu saya kira kita jangan terbawa arus soal resesi . Karena kita di Sulsel, apalagi Indonesia sebagai negara agraris tentu diharapkan kita jangan sampai kena resesi ," tukas Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah.
Gubernur memprediksi pertumbuhan ekonomi Sulsel di kuartal ketiga tidak lagi terkontraksi lebih dalam. Minimal, kata dia, sudah di atas 0%. "Proyeksi kita yang penting tidak minus," tegas Nurdin.
Semua sektor, lanjut Nurdin sudah dipacu untuk bergerak, disamping penanganan COVID-19 tetap berjalan. "Kalau kita semua bangun sinergi membuat langkah yang sama, kita saling menopang, bukan saling menghujat, dan saling merendahkan. Kondisi yang sulit ini kita harus jaga soliditas kita. Itu aja kuncinya,"jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Sulsel, Junaedi Bakri tak menampik, sejak awal masa pandemi COVID-19 di kuartal kedua, perekonomian di Sulsel sempat anjlok. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor.
Lihat Juga :