19 Hari Dirawat, Perawat Puskemas Meninggal akibat Positif COVID-19

loading...
19 Hari Dirawat, Perawat Puskemas Meninggal akibat Positif COVID-19
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/dok
SURABAYA - Lagi, tenaga kesehatan berduka. Perawat Puskesmas meninggal setelah dinyatakan positif COVID-19 dan menjalani perawatan selama 19 hari. Kepergiannya mendapat penghormatan yang mendalam dari rekan seprofesi.

Perawat yang bertugas di Puskesmas Manding, Sumenep, meninggal setelah menjalani perawatan di ruang isolasi khusus RSUD Dokter Soetomo, Surabaya selama 19 hari akibat COVID-19.

Perawat yang meniggal ini diduga terpapar COVID-19 saat memberikan pelayanan kesehatan di puskesmas. Selain itu adanya penyakit penyerta semakin memperparah kondisi almarhumah.

"DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) prihatin dengan terus gugurnya tenaga perawat khususnya di Jatim," jelas Prof Nursalam selaku Ketua DPW PPNI Jatim. (Baca juga: Sadis, Pemuda Ini Gorok Leher Kedua Orang Tuanya saat Tertidur Lelap)



PPNI, kata dia, mendesak pemerintah untuk melakukan pemeriksaan kesehatans secara berkala kepada perawat untuk dapat mengetahui kondisi terkini para parawat. (Baca juga: 3 Gudang Milik Juragan Pemulung di Pasuruan Ludes Terbakar)

Dengan meninggalnya almarhumah, maka jumlah perawat di Jatim yang meninggal akibat COVID-19 menjadi 28 orang. Sepuluh perawat dari Kota Surabaya, tiga dari Sidoarjo, Tuban dan Sumenep serta Bojonegoro masing-masing dua perawat.
(boy)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top