Kisah Tak Terduga Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Bertemu Eks Musuh di Rimba Kalimantan Bong Kee Chok
Sabtu, 05 April 2025 - 05:55 WIB
loading...
Jenderal Kopassus AM Hendropriyono memiliki momen langka saat bertemu dengan Bong Kee Chok yang pernah jadi musuh bebuyutan di rimba Kalimantan. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
PERTEMUAN dua tokoh militer dari sisi yang berseberangan, Jenderal Kopassus Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono dan Bong Kee Chok, menjadi momen langka. Selain itu menyimpan pelajaran mendalam tentang rekonsiliasi, kemanusiaan, dan penutup dari konflik bersenjata masa lalu.
Jauh sebelum keduanya saling berjabat tangan di lobi Hotel Four Seasons, Singapura, mereka adalah lawan sengit dan musuh bebuyutan di medan perang.
Baca juga: Kisah Cinta Jenderal Kopassus AM Hendropriyono, Pinjamkan Topi untuk Taklukkan Hati Tati Mulya
Hendropriyono, perwira TNI AD dari satuan elit Kopassandha (Kopassus) , memimpin operasi di belantara Kalimantan pada awal 1970-an untuk menumpas kelompok bersenjata PGRS/Paraku yang berhaluan komunis. Salah satunya dipimpin oleh Bong Kee Chok.
Operasi itu bukan sekadar pertempuran biasa. Dikutip dalam buku biografi berjudul “Operasi Sandi Yudha”, Hendropriyono dan pasukannya harus menyusup sejauh 4,5 kilometer melalui hutan lebat Kalimantan.
Merayap dalam keheningan malam dengan ancaman bukan hanya dari musuh, tapi juga dari alam liar. Salah satu momen yang paling mendebarkan adalah ketika seekor ular King Cobra besar nyaris menyergap mereka dalam diam.
Jauh sebelum keduanya saling berjabat tangan di lobi Hotel Four Seasons, Singapura, mereka adalah lawan sengit dan musuh bebuyutan di medan perang.
Baca juga: Kisah Cinta Jenderal Kopassus AM Hendropriyono, Pinjamkan Topi untuk Taklukkan Hati Tati Mulya
Hendropriyono, perwira TNI AD dari satuan elit Kopassandha (Kopassus) , memimpin operasi di belantara Kalimantan pada awal 1970-an untuk menumpas kelompok bersenjata PGRS/Paraku yang berhaluan komunis. Salah satunya dipimpin oleh Bong Kee Chok.
Operasi itu bukan sekadar pertempuran biasa. Dikutip dalam buku biografi berjudul “Operasi Sandi Yudha”, Hendropriyono dan pasukannya harus menyusup sejauh 4,5 kilometer melalui hutan lebat Kalimantan.
Merayap dalam keheningan malam dengan ancaman bukan hanya dari musuh, tapi juga dari alam liar. Salah satu momen yang paling mendebarkan adalah ketika seekor ular King Cobra besar nyaris menyergap mereka dalam diam.
Lihat Juga :