233 Personel Polisi Kawal Tahapan Kampanye Pilkada di Kabupaten Maros
Minggu, 27 September 2020 - 14:12 WIB
loading...
Aparat kepolisian Polres Maros akan disiagakan untuk menyukseskan penyelenggaraan pilkada 2020. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Polres Maros menyiagakan 233 personelnya untuk mengawal pilkada di Kabupaten Maros yang sudah masuk tahapan kampanye sejak 26 September kemarin. Jumlah personel ini, merupakan sepertiga kekuatan dari Polres Maros.
233 personel polisi itu akan melakukan penjagaan rutin di wilayah Maros. Di sekretariat penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu Maros akan ditempatkan masing-masing 15 orang personel.
Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Maros Ingatkan Potensi Munculnya Klaster Pilkada
Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon mengatakan, selama pelaksanaan tahapan kampanye , semua personel yang terlibat dalam pengamanan bersiaga sesuai dengan tugas yang telah diberikan.
"Pada tahapan kampanye ini, kami melibatkan sepertiga kekuatan pers Polres Maros yakni sebanyak 233 personel, termasuk kantor KPU dan Bawaslu kami tempatkan personel pengamanan sebanyak masing-masing 15 personel, serta terdapat anggota kepolisian yang melekat di masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati. Hal ini demi menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan," ujarnya, Minggu (27/9/2020).
233 personel polisi itu akan melakukan penjagaan rutin di wilayah Maros. Di sekretariat penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu Maros akan ditempatkan masing-masing 15 orang personel.
Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Maros Ingatkan Potensi Munculnya Klaster Pilkada
Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon mengatakan, selama pelaksanaan tahapan kampanye , semua personel yang terlibat dalam pengamanan bersiaga sesuai dengan tugas yang telah diberikan.
"Pada tahapan kampanye ini, kami melibatkan sepertiga kekuatan pers Polres Maros yakni sebanyak 233 personel, termasuk kantor KPU dan Bawaslu kami tempatkan personel pengamanan sebanyak masing-masing 15 personel, serta terdapat anggota kepolisian yang melekat di masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati. Hal ini demi menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan," ujarnya, Minggu (27/9/2020).
Lihat Juga :