Khawatir Ditambang dengan Alat Berat, Warga Minggir Jaga Bantaran Sungai Progo
Jum'at, 25 September 2020 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
"Perusahaan itu sebelumnya juga menambang di utara dusun kami. Janjinya hanya pasir yang akan dibawa batunya ditinggal untuk pelindung tanah tepi sungai, tapi kenyataanya semua dibawa. Kita tidak ingin seperti itu," terangnya.
Sungai itu juga merupakan mata pencaharian warga. Sebab mereka bekerja sebagai petani hanya bisa dilakukan satu tahun sekali saat musin penghujan, selebihnya mencari pasir di sungai.
“Kita cari pasir juga jauh dari pemukiman. Lha ini tiba-tiba kok ada alat berat mau masuk menambang pasir. Tentunya kami menolak keras," ungkapnya. (Baca juga: Pembebasan Lahan Exit Tol Salatiga, TPT Tawarkan Harga hingga Rp1 Juta Per Meter Persegi)
Warga Jomboran lainnya Kapir (63) menyesalkan sikap kepala dukuh dan lurah setempat yang tidak berpihak pada warga. Padahal sebelumnya warga setempat dilarang menambang pasir manual. (Baca juga: Wali Kota Solo: Sanksi Menanti Bagi ASN Tak Netral di Pilkada)
"Dulu warga menambang pasir secara manual dilarang. Tapi sekarang pakai alat berat justru di izinkan, kami sangat menyesalkan sikap mereka sebagai aparat pemerintah," tuturnya.
Sungai itu juga merupakan mata pencaharian warga. Sebab mereka bekerja sebagai petani hanya bisa dilakukan satu tahun sekali saat musin penghujan, selebihnya mencari pasir di sungai.
“Kita cari pasir juga jauh dari pemukiman. Lha ini tiba-tiba kok ada alat berat mau masuk menambang pasir. Tentunya kami menolak keras," ungkapnya. (Baca juga: Pembebasan Lahan Exit Tol Salatiga, TPT Tawarkan Harga hingga Rp1 Juta Per Meter Persegi)
Warga Jomboran lainnya Kapir (63) menyesalkan sikap kepala dukuh dan lurah setempat yang tidak berpihak pada warga. Padahal sebelumnya warga setempat dilarang menambang pasir manual. (Baca juga: Wali Kota Solo: Sanksi Menanti Bagi ASN Tak Netral di Pilkada)
"Dulu warga menambang pasir secara manual dilarang. Tapi sekarang pakai alat berat justru di izinkan, kami sangat menyesalkan sikap mereka sebagai aparat pemerintah," tuturnya.
(boy)
Lihat Juga :