Mengaku Dukun Sakti, 2 Pria Pujon Tipu Korban Rp18 M
Kamis, 24 September 2020 - 10:31 WIB
loading...
Atim Hariono, dan Sutris Sutrino, warga Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, ditangkap Satreskrim Polres Batu, karena kasus penipuan. Foto/iNews TV/Deni Irwansyah
A
A
A
KOTA BATU - Atim Hariono, dan Sutris Sutrino, warga Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, ditangkap Satreskrim Polres Batu, dan harus mendekam di sel tahanan karena melakukan aksi penipuan .
(Baca juga: SPBI Desak Pemprov Jatim Tindak Tegas Pengusaha Nakal )
Keduanya mengaku sebagai dukun sakti dan bisa mendatangkan pedang katana antik dari Jepang, yang nilainya mencapai triliunan rupiah. Kenyataannya, keduanya bukan dukun saksi dan ditangkap polisi atas laporan penipuan sebesar Rp18 miliar.
Penangkapan kedua dukun sakti palsu tersebut dilakukan anggota Satreskrim Polres Batu, usai menerima laporan dari korban penipuan yang telah mentransfer uang sebanyak Rp18 miliar sejak tahun 2016 silam.
Menurut Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama, korban terperdaya oleh ulah kedua pelaku karena tergiur untuk meraup keuntungan berlipat ganda. "Kepada korbannya, pelaku mengaku membutuhkan ritual khusus yang membutuhkan biaya untuk mengambil pedang katana kuno dari Jepang," terangnya.
(Baca juga: SPBI Desak Pemprov Jatim Tindak Tegas Pengusaha Nakal )
Keduanya mengaku sebagai dukun sakti dan bisa mendatangkan pedang katana antik dari Jepang, yang nilainya mencapai triliunan rupiah. Kenyataannya, keduanya bukan dukun saksi dan ditangkap polisi atas laporan penipuan sebesar Rp18 miliar.
Penangkapan kedua dukun sakti palsu tersebut dilakukan anggota Satreskrim Polres Batu, usai menerima laporan dari korban penipuan yang telah mentransfer uang sebanyak Rp18 miliar sejak tahun 2016 silam.
Menurut Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama, korban terperdaya oleh ulah kedua pelaku karena tergiur untuk meraup keuntungan berlipat ganda. "Kepada korbannya, pelaku mengaku membutuhkan ritual khusus yang membutuhkan biaya untuk mengambil pedang katana kuno dari Jepang," terangnya.
Lihat Juga :