Diskusi Kebangsaan: Praktik Mafia Hambat Kemandirian Industri Farmasi
Jum'at, 18 September 2020 - 16:43 WIB
loading...
Ketua Aliansi Kebangsaan Ponco Sutowo. Foto/Ist
A
A
A
BOGOR - Industri kesehatan dan farmasi nasional belum bisa tumbuh maksimal. Penyebabnya diduga karena adanya praktik mafia dalam negeri yang berkolaborasi dengan industri raksasa medis di luar negeri.
“Praktik mafia yang melibatkan industri medis dari luar negeri ini membuat industri nasional seringkali hanya berfungsi sebagai penyalur dari produsen luar negeri untuk alat kesehatan. Termasuk juga dengan industri obat nasional yang bahan bakunya banyak dikendalikan oleh praktik mafia ini,” kata Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo pada acara webinar diskusi serial Kebangsaan bertema Teknologi Kesehatan dan Farmasi yang digelar bersama-sama oleh Aliansi Kebangsaan, Aliansi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Forum Rektor Indonesia,Jumat (18/9/2020). (Baca juga: DPR Minta Erick Thohir Bongkar Mafia Impor Bahan Baku Obat )
Menurut Ponco, para mafia pemburu rente (rent seeking) pada sektor kesehatan dan farmasi tersebut, disadari atau tanpa disadari, seringkali digunakan sebagai “proxy” oleh kekuatan global untuk menghancurkan Indonesia atau sekurang-kurangnya tidak ingin perekonomian Indonesia mandiri dan berdaulat. (Baca juga: Topang Kesehatan Nasional, Kemenperin Dorong Kemandirian Industri Farmasi )
"Contohnya Menteri BUMN, beberapa waktu lalu juga yang mensinyalir adanya mafia di sektor perdagangan obat dan alat kesehatan ini. Akibat praktik mafia tersebut membuat Indonesia terus-menerus mengimpor bahan baku obat dan alat kesehatan," kata Ponco.
Ponco menduga, praktik ini adalah bagian dari mafia global di bidang medis dan tidak mustahil bagian dari Perang G-IV. Mafia global ini, dikenal dengan sebutan “medical-industrial complex” yang diadopsi dari istilah “military-industrial complex”. Dominasi mafia medis ini sudah berlangsung cukup lama.
“Praktik mafia yang melibatkan industri medis dari luar negeri ini membuat industri nasional seringkali hanya berfungsi sebagai penyalur dari produsen luar negeri untuk alat kesehatan. Termasuk juga dengan industri obat nasional yang bahan bakunya banyak dikendalikan oleh praktik mafia ini,” kata Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo pada acara webinar diskusi serial Kebangsaan bertema Teknologi Kesehatan dan Farmasi yang digelar bersama-sama oleh Aliansi Kebangsaan, Aliansi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Forum Rektor Indonesia,Jumat (18/9/2020). (Baca juga: DPR Minta Erick Thohir Bongkar Mafia Impor Bahan Baku Obat )
Menurut Ponco, para mafia pemburu rente (rent seeking) pada sektor kesehatan dan farmasi tersebut, disadari atau tanpa disadari, seringkali digunakan sebagai “proxy” oleh kekuatan global untuk menghancurkan Indonesia atau sekurang-kurangnya tidak ingin perekonomian Indonesia mandiri dan berdaulat. (Baca juga: Topang Kesehatan Nasional, Kemenperin Dorong Kemandirian Industri Farmasi )
"Contohnya Menteri BUMN, beberapa waktu lalu juga yang mensinyalir adanya mafia di sektor perdagangan obat dan alat kesehatan ini. Akibat praktik mafia tersebut membuat Indonesia terus-menerus mengimpor bahan baku obat dan alat kesehatan," kata Ponco.
Ponco menduga, praktik ini adalah bagian dari mafia global di bidang medis dan tidak mustahil bagian dari Perang G-IV. Mafia global ini, dikenal dengan sebutan “medical-industrial complex” yang diadopsi dari istilah “military-industrial complex”. Dominasi mafia medis ini sudah berlangsung cukup lama.
Lihat Juga :