Dihantam Pandemi COVID-19, Ekspor Produk Perikanan Jatim Tumbuh
Jum'at, 18 September 2020 - 06:37 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Polemik Addendum 1984 Tuntas, Aset Senilai Rp121 M Diselamatkan )
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, neraca perdagangan Jatim selama bulan Agustus 2020 mengalami defisit sebesar USD147,10 juta. Defisit ini disebabkan karena adanya selisih nilai perdagangan yang negatif pada sektor migas yang lebih besar dibanding selisih nilai perdagangan yang positif pada sektor nonmigas.
Selisih nilai perdagangan pada sektor migas adalah defisit sebesar USD170,59 juta. Sedangkan selisih nilai perdagangan pada sektor nonmigas mengalami surplus sebesar USD23,50 juta. Secara kumulatif, selama Januari hingga Agustus 2020, neraca perdagangan Jawa Timur masih mengalami defisit sebesar USD333,44 juta," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Satriyo Wibowo, dalam rilisnya.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, neraca perdagangan Jatim selama bulan Agustus 2020 mengalami defisit sebesar USD147,10 juta. Defisit ini disebabkan karena adanya selisih nilai perdagangan yang negatif pada sektor migas yang lebih besar dibanding selisih nilai perdagangan yang positif pada sektor nonmigas.
Selisih nilai perdagangan pada sektor migas adalah defisit sebesar USD170,59 juta. Sedangkan selisih nilai perdagangan pada sektor nonmigas mengalami surplus sebesar USD23,50 juta. Secara kumulatif, selama Januari hingga Agustus 2020, neraca perdagangan Jawa Timur masih mengalami defisit sebesar USD333,44 juta," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Satriyo Wibowo, dalam rilisnya.
(eyt)
Lihat Juga :