1 Dokter RSUD Salewangangn Terinfeksi Covid-19, 50 Nakes Isolasi Mandiri
Jum'at, 10 April 2020 - 21:46 WIB
loading...
Salah seorang dokter Residen kandungan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Maros, diketahui positif terinfeksi Covid-19. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAROS - Salah seorang dokter residen kandungan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Maros, diketahui positif terinfeksi Covid-19. Hal ini membuat sekitar 50 tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUD Salewangang dan pernah kontak dengan dokter tersebut, diharuskan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Juru Bicara, Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin memebenarkan kejadian tersebut dan langsung meminta kepada seluruh tenaga kesehatan termasuk dokter tersebut menjalani isolasi mandiri. Menurutnya, ke 50 nakes tersebut, saat ini berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) karenanya mereka diminta untuk melakukan isolasi mandiri.
"Iya betul, kami sudah mendata 50 tenaga kesehatan yang sudah melakukan kontak terhadap dokter yang terinfeksi. Namun dokter tersebut terdata positif di Kota Makassar, karena dia warga Makassar," ujarnya kemarin
Dia melanjutkan, pihaknya belum dapat melakukan swab test terhadap seluruh tenaga kesehatan yang terdata kontak langsung dengan dokter karena keterbatasan alat. Namun sejauh ini, sudah ada sekitar 20 orang yang telah menjalani tes swab.
"Yang sudah swab test masih sekitar 20 orang, sisanya mudah-mudahan bisa besok dilakukan tes. Hal ini karena keterbatasan alat. Kalau alatnya ada kita maunya selesai hari ini," jelasnya.
Juru Bicara, Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin memebenarkan kejadian tersebut dan langsung meminta kepada seluruh tenaga kesehatan termasuk dokter tersebut menjalani isolasi mandiri. Menurutnya, ke 50 nakes tersebut, saat ini berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) karenanya mereka diminta untuk melakukan isolasi mandiri.
"Iya betul, kami sudah mendata 50 tenaga kesehatan yang sudah melakukan kontak terhadap dokter yang terinfeksi. Namun dokter tersebut terdata positif di Kota Makassar, karena dia warga Makassar," ujarnya kemarin
Dia melanjutkan, pihaknya belum dapat melakukan swab test terhadap seluruh tenaga kesehatan yang terdata kontak langsung dengan dokter karena keterbatasan alat. Namun sejauh ini, sudah ada sekitar 20 orang yang telah menjalani tes swab.
"Yang sudah swab test masih sekitar 20 orang, sisanya mudah-mudahan bisa besok dilakukan tes. Hal ini karena keterbatasan alat. Kalau alatnya ada kita maunya selesai hari ini," jelasnya.
Lihat Juga :