Razia Masker di Surabaya, Oknum Polisi Mengamuk Saat Ditertibkan

loading...
Razia Masker di Surabaya, Oknum Polisi Mengamuk Saat Ditertibkan
Wakapolsekta Wonokromo AKP Arief S saat menghadapi pria yang mengaku anggota polisi berpangkat Aiptu. Foto/Inews/Hari Tambayong
A+ A-
SURABAYA - Operasi Yustisi untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan skala besar digelar di Kota Surabaya mulai hari ini, Senin (14/9/2020). Tim gabungan merazia masyarakat yang tidak mengenakan masker. Bagi yang melanggar langsung diberi surat teguran dan KTP disita selama 14 hari.

Razia digelar di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Raya Darmo, depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Banyak yang terjaring razia ini, salah satunya seorang pria yang mengaku polisi. Dia saat itu menumpang angkot.

Saat ditertibkan, pria yang tidak memakai masker ini marah-marah dan menantang petugas saat ditertibkan tim gabungan. Terjadi perdebatan cukup lama antara oknum ini dengan petugas gabungan yang merazia.

Akhirnya oknum polisi tersebut diserahkan ke provost Polrestabes Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut. Oknum ini mengaku berpangkat Aiptu. Namun dia sempat berbelit saat diminta menunjukkan kartu identitasnya. Hanya sja dia menyebut berdinas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

(Baca juga:Perajin Songkok Tradisional Gresik Bergeliat di Tengah Pandemi)



Wakapolsekta Wonokromo AKP Arief S mengatakan, razia ini untuk menertibkan masyarakat yang tidak memakai masker. Kebetulan, katanya, dalam razia ini ada yang di dalam angkot nggak pakai masker. "Dia ngelawan dan kita cek ternyata anggota bawa KTA," kata Arief.

Sementara itu, hasil razia hari ini petugas menjaring belasan pengendara yang tidak mengenakan masker. Sanksi yang diberikan berupa teguran. Petugas juga memberi masker kepada pelanggar.
(msd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top