Polisi Mengaku Kesulitan Ungkap Pelaku Penyerang Sekretariat LPM Profesi UNM

Jum'at, 11 September 2020 - 18:21 WIB
loading...
Polisi Mengaku Kesulitan...
Pimpinan Umum LPM Profesi, Muhammad Sauki Maulana saat berada di kantor LBH Makassar, 8 September lalu. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
A A A
MAKASSAR - Sudah hampir sepekan penyerangan sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi, Universitas Negeri Makassar (UNM) berlalu, namun jajaran Polsek Tamalate belum bisa mengungkap dalang insiden itu.

"Polisi sepertinya tidak serius menangani kasus kami. Karena setiap saya kabari, masih bilang penyelidikan. Tidak pernah juga cek-cek ke sini. Padahal ada tiga rumah yang ada CCTV, kami juga tidak pernah dimintai keterangan lagi," keluh Pimpinan Umum LPM Profesi, Muhammad Sauki Maulana, Jumat (11/9/2020) melalui sambungan telepon.

Baca juga: Diteror OTK Karena Pemberitaan, Pers Mahasiswa UNM Mengadu ke LBH

Sauki menyebut, kasus tersebut diduga kuat ada hubungannya dengan reportase berjudul 'Kisruh di Akhir Kepengurusan’ dan ‘Langgar Konstitusi Hingga Dugaan Korupsi ’ di tabloid Profesi Edisi 242 pada yang terbit Rabu 2 September 2020.

Laporan khusus itu terkait pecahnya internal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM dan dugaan indikasi kasus korupsi yang melibatkan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) UNM.

Reportase tersebut diduga jadi pemicu teror dan ancaman oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK), hingga menyebabkan kaca jendela sekretariat mereka di Jalan Mallengkeri, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar dilempari batu pada Sabtu 5 September 2020 lalu.

"Yang jelas kami minta kepolisian untuk lebih serius mengusut kasus yang kami laporkan. Sampai hari ini tidak ada yang datang penyidik ataupun anggota lapangan untuk berkoordinasi. Biasanya hanya saya yang mengirim pesan ke penyidiknya, tapi begitu jawabnya hanya masih lidik," tegas Sauki.

Kasus dugaan teror dan ancaman terhadap lembaga pers mahasiswa itu sendiri telah dilaporkan ke Polsek Tamalate tidak lama setelah penyerangan terjadi. Sauki juga telah meminta perlindungan bantuan pendampingan hukum ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar pada Selasa, 8 September 2020 sekira pukul 00.30 Wita.

"Karena kami khawatir, jangan sampai ada teror-teror berikutnya. Karena pelaku-pelakunya masih berkeliaran. Apalagi ini Polsek sepertinya diam di tempat. Tidak ada kabar terbaru, selalunya kami yang duluan mengirimkan pesan," tukas Sauki.

Terpisah, Kapolsek Tamalate, Kompol Arif Amiruddin mengaku masih kewalahan mengusut peristiwa, lantaran kurangnya petunjuk yang bisa mengarah ke para terduga pelaku. Bukti-bukti yang mampu didapatkan hanya serpihan kaca dan beberapa batu, diduga digunakan oleh orang tak dikenal menyerang sekretariat LPM Profesi.

"Pelakunya lebih dari satu orang. Cuman kita terkendala di CCTV. Seandainya itu ada kita bisa terbantu, tapi pengecekan di lokasi di sekitar tempat kejadian perkara itu memang tidak ada yang punya CCTV. Sementara kita masih penyelidikan," jelas Arif melalui sambungan telepon.

Baca juga: Menunggu 59 Tahun, Prodi PBSI UNM Akhirnya Raih Akreditasi A

Hingga kini kata Arif pihaknya mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi, termasuk dugaan penyebab terjadi penyerangan, akibat pemberitaan yang menyoroti kinerja dua lembaga internal mahasiswa.

"Kita masih kumpulkan keterangan dulu. Mereka ada persoalan atau seperti apa. Itu (terkait pemberitaan) juga sementara kita klarifikasi, karena kita tidak bisa memprediksi. Insyaallah, mudah-mudahan kita bisa tangkap pelakunya. Sementara anggota juga bekerja di lapangan," imbuhnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Papua Kecam...
Aktivis Papua Kecam Serangan TPNPB yang Tewaskan 2 Warga Sipil di Tambrauw dan Tembagapura
Satgas Ops Damai Cartenz...
Satgas Ops Damai Cartenz Buru Penyerang Pos Pengamanan di Nabire yang Tewaskan 2 Orang
Simpatisan KKB Diduga...
Simpatisan KKB Diduga Serang Warga Pakai Kapak di Yahukimo
Viral Aksi Penyerangan...
Viral Aksi Penyerangan Warkop di Tanah Abang, 2 Orang Kena Tembak
Serangan Brutal! KKB...
Serangan Brutal! KKB Daniel Aibon Kogoya Tembak Mati Pekerja Proyek Jalan di Intan Jaya
Biadab! KKB Serang Warga...
Biadab! KKB Serang Warga Sipil di Yahukimo, 5 Orang Dikabarkan Tewas
Selamat Ginting: Penyerangan...
Selamat Ginting: Penyerangan oleh Pekerja China Terhadap TNI Alarm Serius bagi Kedaulatan Negara
Komisi Hukum Dewan Pers...
Komisi Hukum Dewan Pers Kaji Motif Penyerangan Jurnalis IMG
33 Oknum Tentara Serang...
33 Oknum Tentara Serang Warga Deliserdang, Pengamat: TNI Harus Lakukan Pembinaan dan Penyelidikan
Rekomendasi
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved