Window Of Makassar akan Ganti Sombere and Smart Galery
Rabu, 09 September 2020 - 08:00 WIB
loading...
Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin berencana menata ulang ruangan sombere and smart galery. Foto: SINDOnews/Doc
A
A
A
MAKASSAR - Penjabat Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin berencana menata ulang ruangan sombere and smart galery. Konsep baru pun telah disiapkan yakni bernama 'Window Of Makassar' atau Jendela Makassar . Baca : Uji Coba Akhir September, Bus Wisata Sasar Empat Jalur Utama
Menurut Rudy, dirinya akan menjadikan ruangan yang terletak di lantai II Balaikota Makassar ini sebagai media promosi . Sehingga tamu yang datang bisa melihat Kota Makassar dari berbagai sudut pandang, baik itu dari sisi sejarah, budaya, kuliner, etnik, pusat wisata hingga produk-produk UMKM yang ada di Kota Makassar .
"Kita berharap ini betul-betul meninggalkan kesan bagi yang melihat, sehingga bisa memberikan ketertarikan pariwisata untuk berkunjung lagi ke Kota Makassar," ungkap Rudy kepada SINDOnews, kemarin.
Dia menyayangkan ada aset Pemkot Makassar yang tidak termanfaatkan dengan baik. Padahal, ruangan ini telah menghabiskan anggaran yang cukup besar namun tidak digunakan dengan maksimal. "Kita lihat plafonnya itu sudah mau rubuh, ruangannya juga begitu luas tapi tidak ada pemakaian sehingga kita berpikir akan menjadikan ruangan ini sebagai jendala Makassar," jelasnya.
Adapun untuk penataan, lanjut Rudy dibutuhkan anggaran sebesar Rp10 miliar. Rencananya, anggaran itu akan dimasukkan dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD-P). Baca Juga : Pelanggar Protokol Kesehatan di Makassar Diancam Denda: Mulai Rp100 Ribu Sampai Rp20 Juta
Menurut Rudy, dirinya akan menjadikan ruangan yang terletak di lantai II Balaikota Makassar ini sebagai media promosi . Sehingga tamu yang datang bisa melihat Kota Makassar dari berbagai sudut pandang, baik itu dari sisi sejarah, budaya, kuliner, etnik, pusat wisata hingga produk-produk UMKM yang ada di Kota Makassar .
"Kita berharap ini betul-betul meninggalkan kesan bagi yang melihat, sehingga bisa memberikan ketertarikan pariwisata untuk berkunjung lagi ke Kota Makassar," ungkap Rudy kepada SINDOnews, kemarin.
Dia menyayangkan ada aset Pemkot Makassar yang tidak termanfaatkan dengan baik. Padahal, ruangan ini telah menghabiskan anggaran yang cukup besar namun tidak digunakan dengan maksimal. "Kita lihat plafonnya itu sudah mau rubuh, ruangannya juga begitu luas tapi tidak ada pemakaian sehingga kita berpikir akan menjadikan ruangan ini sebagai jendala Makassar," jelasnya.
Adapun untuk penataan, lanjut Rudy dibutuhkan anggaran sebesar Rp10 miliar. Rencananya, anggaran itu akan dimasukkan dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD-P). Baca Juga : Pelanggar Protokol Kesehatan di Makassar Diancam Denda: Mulai Rp100 Ribu Sampai Rp20 Juta
Lihat Juga :