Kisah 7 Pejabat Staf Khusus Raja Majapahit Raden Wijaya Disingkirkan Dyah Halayudha

Minggu, 02 Maret 2025 - 06:04 WIB
loading...
Kisah 7 Pejabat Staf...
Raja pertama Majapahit Raden Wijaya dibantu pejabat Dharmaputra. Pejabat ini terdiri dari 7 orang ahli, kalau sekarang ini mungkin menyerupai staf khusus presiden. Foto: Ist
A A A
RAJApertama Majapahit Raden Wijaya dibantu pejabat Dharmaputra. Pejabat ini terdiri dari 7 orang ahli, kalau sekarang ini mungkin menyerupai staf khusus presiden.

Dharmaputra disebutkan dalam naskah kuno Kakawin Pararaton yang mengisahkan kehidupan masyarakat Majapahit.

Baca juga: Kisah Kesaktian Raja Majapahit Raden Wijaya, Buah Kelapa Muda Dibelah Isinya Nasi Putih

Tujuh pejabat Dharmaputra yakni Ra Kuti, Ra Semi, Ra Tanca, Ra Wedeng, Ra Yuyu, Ra Banyak, dan Ra Pangsa. Jabatan 7 orang ini tak pernah disebutkan dalam sumber sejarah lain seperti Negarakertagama atau prasasti lainnya yang dikeluarkan raja-raja Majapahit setelah itu.

Dikutip dari buku "Sandyakala di Timur Jawa 1042-1527 M Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit", jabatan Dharmaputra disebut sebagai pengalasan wineh suka, yang artinya pegawai istimewa yang disayangi raja.

Definisi tersebut bukanlah orang sembarangan melainkan abdi kerajaan yang terpilih dan mempunyai kelebihan. Dari 7 pejabat Dharmaputra yang diangkat, semuanya mempunyai jasa dan keahlian masing-masing.

Ra Tanca misalnya, dia diangkat menjadi Dharmaputra karena berhasil menyembuhkan penyakit mematikan yang diderita raja. Ra Kuti diangkat menjadi Dharmaputra karena cakap dalam kemiliteran dan membanggakan negara. Begitu pun dengan yang lainnya mempunyai keahlian dan jasanya masing-masing.

Setelah wafatnya Raden Wijaya dan berganti ke takhta Jayanagara, anak laki-laki satu-satunya Raden Wijaya dari seorang wanita Melayu, kebijakan kerajaan kerap dipengaruhi seseorang bernama Dyah Halayudha yang disebut sebagai Mahapati dalam kitab kuno.

Sosoknya terkenal licik dan menghalalkan segala cara untuk mencapai misinya. Tak ayal, kebijakan raja banyak yang sengsara pada zaman ini.

Pejabat yang berseberangan dengan Dyah Halayudha, termasuk yang mengemban jabatan Dharmaputra satu per satu dibunuh dan disingkirkan atas nama kerajaan. Tuduhannya macam-macam, ada yang dianggap tidak becus bertugas sampai dituduh memberontak.

Gesekan Dharmaputra dengan pemerintah Majapahit dimulai pascapembunuhan Mahapatih Nambi. Pada 1316 ayah Patih Nambi yang bernama Pranaraja meninggal dunia di Lumajang. Salah satu anggota Dharmaputra yaitu Ra Semi ikut dalam rombongan pelayat dari Majapahit.

Kemudian terjadi peristiwa tragis di mana Nambi difitnah melakukan pemberontakan oleh Dyah Halayudha. Karena lebih percaya Dyah Halayudha, Raja Jayanagara kemudian menghukum Nambi.

Saat pasukan Majapahit menyerang, Ra Semi masih berada di Lamajang bersama anggota rombongan lainnya. Mau tidak mau ia pun bergabung membela Nambi.

Akhirnya, Nambi dikisahkan terbunuh beserta seluruh pendukungnya, termasuk Ra Semi. Kisah tersebut dituturkan pada naskah Kidung Sorandaka. Setelah kejadian itu, 6 anggota Dharmaputra yang masih hidup menyimpan dendam luar biasa kepada Jayanagara dan Dyah Halayudha.

Kedekatan batin satu anggota dengan anggota lain menjadi sebabnya. Selain itu, selama pemerintahan Jayanagara roda pemerintahan Majapahit tidak berjalan dengan baik.

Pada situasi yang tidak kondusif inilah, Ra Kuti dan Dharmaputra lainnya merencanakan untuk menggulingkan kekuasaan Jayanagara. Di antara 6 Dharmaputra, Ra Kuti yang memang terlihat paling unggul dan memiliki kedekatan dengan Jayanagara.

Dia berusaha sebisa mungkin mendekatkan diri kepada Jayanagara demi berhasil membunuhnya. Sebab sangat raja telah menjadi penyebab meninggalnya sang istri dan merusak rumah tangganya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Hardiknas 2026, Staf...
Hardiknas 2026, Staf Khusus Menag Rayakan Bersama 38 Anak Pemulung, Komitmen Beri Beasiswa
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Rekomendasi
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Berita Terkini
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved