Kisah Tewasnya Pejabat Penting Majapahit Akibat Fitnah
Sabtu, 01 Maret 2025 - 08:25 WIB
loading...
Prahara dan konflik internal membuat pejabat Mahapatih Majapahit atau setara perdana menteri tewas terbunuh. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A
A
A
PRAHARA dan konflik internal membuat pejabat Mahapatih Majapahit atau setara perdana menteri tewas terbunuh. Fitnah memang mengiringi peralihan kekuasaan dari Raden Wijaya ke Jayanagara, selaku Raja Majapahit kedua yang menggantikan ayahnya.
Kurang cakapnya pemerintahan Jayanagara membuat lawan politiknya dengan leluasa mengacak-acak internal kerajaan. Bahkan, satu nama muncul di balik friksi internal Majapahit yakni Mahapati.
Sosoknya menjadi bagian dari dalang fitnah Mpu Nambi sang mahapatih, sebagaimana pada naskah Kakawin Pararaton dan Kidung Sorandakan. Istilah maha penguasa bermaka besar, sedangkan pati bermakna penguasa.
Baca juga: 7 Fakta Menarik Ra Tanca, Pemberontak Majapahit yang Meregang Nyawa di Tangan Gajah Mada
Maksudnya ialah orang yang memiliki ambisi besar untuk menjadi penguasa. Hal ini menunjukkan bahwa nama Mahapati, sosok tokoh yang memfitnah Nambi bukanlah nama asli melainkan nama julukan.
Nama Mahapati itu konon juga tidak dijumpai dalam prasasti apa pun, sehingga diduga merupakan nama ciptaan pengarang Pararaton. Negarakertagama pada buku yang ditulis Prasetya Ramadhan berjudul "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit, hanya mengisahkan kematian Mahapatih Nambi secara singkat, tanpa ada, penjelasan mengenai penyebabnya.
Kurang cakapnya pemerintahan Jayanagara membuat lawan politiknya dengan leluasa mengacak-acak internal kerajaan. Bahkan, satu nama muncul di balik friksi internal Majapahit yakni Mahapati.
Sosoknya menjadi bagian dari dalang fitnah Mpu Nambi sang mahapatih, sebagaimana pada naskah Kakawin Pararaton dan Kidung Sorandakan. Istilah maha penguasa bermaka besar, sedangkan pati bermakna penguasa.
Baca juga: 7 Fakta Menarik Ra Tanca, Pemberontak Majapahit yang Meregang Nyawa di Tangan Gajah Mada
Maksudnya ialah orang yang memiliki ambisi besar untuk menjadi penguasa. Hal ini menunjukkan bahwa nama Mahapati, sosok tokoh yang memfitnah Nambi bukanlah nama asli melainkan nama julukan.
Nama Mahapati itu konon juga tidak dijumpai dalam prasasti apa pun, sehingga diduga merupakan nama ciptaan pengarang Pararaton. Negarakertagama pada buku yang ditulis Prasetya Ramadhan berjudul "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit, hanya mengisahkan kematian Mahapatih Nambi secara singkat, tanpa ada, penjelasan mengenai penyebabnya.
Lihat Juga :