5 Hari Tuntaskan Penulisan Buku Rohani, Sugeng Raih Rekor Leprid

loading...
5 Hari Tuntaskan Penulisan Buku Rohani, Sugeng Raih Rekor Leprid
Sugeng Purwanto saat menerima penghargaan Leprid secara virtual sebagai penulis buku rohani tercepat. Foto/Ist.
SEMARANG - Torehan prestasi tercipta dalam dunia literasi penulisan buku. Adalah Sugeng Purwanto yang telah menggoreskan tinta emas dalam penulisan buku rohani tercepat. (Baca juga: Terjatuh Dari Motor, Pria Simalungun Tewas Dilindas Mobil )

Ya, hanya dalam waktu lima hari Sugeng mampu menulis buku berjudul "Allah Adalah Esa Absolut Menurut Alkitab" sebanyak 23 halaman. Goresan tangannya dalam lembaran buku pun berbuah manis.

Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) memberikan penghargaan kepada Sugeng Purwanto atas rekor yang diciptakannya, yakni sebagai penulis buku rohani tercepat lima hari 23 halaman berjudul "Allah adalah Esa Absolut Menurut Alkitab".

Ketua Umum dan Pendiri Leprid, Paulus Pangka menyampaikan, penulisan buku tercepat oleh Sugeng Purwanto layak diapreasi. Apalagi dilakukan di tengah masa pandemi COVID-19. Penghargaan Leprid kepada Sugeng dilakukan secara virtual melalui zoom.

" Rekor menulis buku tercepat diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk meningkatkan literasi menulis buku, disaat kemajuan teknologi digital yang melanda dunia saat ini," kata Paulus, Minggu (30/8/2020).



"Selain itu juga diharapkan di saat pandemi COVID- 19 ini, banyak waktu luang untuk menulis buku dan membaca buku," imbuhnya. (Baca juga: 5 Korban Tewas dalam Kebakaran di Surabaya, Ini Identitasnya )

5 Hari Tuntaskan Penulisan Buku Rohani, Sugeng Raih Rekor Leprid


Sementara Sugeng mengaku senang atas penghargaan Leprid yang didapatkannya. Ia mengungkapkan bahwa buku yang ditulisnya selama lima hari itu berawal dari perkataan yang telah dilontarkan pada tahun 1980.

"Perkataan 40 tahun lalu (1980) tanpa sengaja menjadi jelas (2019), saya tiba-tiba tersentak. Rangkaian tersembunyi tiga ayat Alkitab yang dikonfirmasi empat ayat lain adalah penjelasan puzzle tanpa konflik dengan ayat apapun," terang Sugeng.

Ia menjelaskan, Allah adalah Esa absolut (tunggal) menurut Alkitab. Saat kunjungan ke Melbourne tahun 2019, ia berdoa mohon tuntunan Allah. Pada tahun yang sama, Sugeng dan istri pun mengunjungi Ridle Theological College Melbourne.



"Setelah itu saya mengikuti tes program Master Divinity dan diterima. Setelah itu saya fokus menulis buku," ungkapnya. (Baca juga: Dwarapala Saksi Bisu Ketangguhan Desa Menjaga Arjuna )

Untuk diketahui, sejak 1999 Sugeng menekuni pendidikan dan kurang membaca Alkitab. Lulus dari MM IPMI (1995), Monash MBA (eksternal) Melbourne (1996). Kemudian melanjutkan studi di manajemen keuangan FE Universitas Indonesia (UI) pada September 1999 dan lulus Juni 2001.

Ia pun mendapat penghargaan MURI sebagai doktor tercepat di Indonesia dalam waktu 22 bulan. Sugeng kembali meraih penghargaan serupa setelah mengambil doktor yang kedua di FE UI bidang ekonomi moneter, Maret 2003 dan lulus April 2004.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top