Desak Bupati Blitar Tertibkan Tambang Ilegal, Massa PMII Disatroni Preman
Rabu, 26 Agustus 2020 - 18:23 WIB
loading...
Tampak puluhan massa aktivis PMII Blitar Raya yang berunjuk rasa mendesak Bupati Blitar menertibkan tambang galian C ilegal. (Foto/SINDOnews/Solichan Arif)
A
A
A
BLITAR - Aksi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendesak Bupati Blitar Rijanto bersikap tegas terhadap praktek tambang pasir (Galian C) ilegal, dibubarkan segerombolan orang tak dikenal. Dengan berteriak teriak kasar, massa yang datang dengan menumpang empat truk, memaksa para aktivis mahasiswa menghentikan aksi unjuk rasa di Kantor Pemkab Blitar.
"Mereka berteriak teriak dan inginnya kami membubarkan diri," ujar Ketua PMII Blitar Fathur Rohman kepada Sindonews.com Rabu (26/8/2020). Tidak diketahui pasti dari mana puluhan orang itu berasal. Dari penampilan dan tindak tanduknya yang kasar, kata Rohman, mereka seperti kelompok preman. "Sepertinya preman," tambah Rohman. (Baca: Pemkab Blitar Menyerah Hadapi Penambang Pasir Liar)
Gerombolan orang yang berjumlah lebih besar tersebut langsung membayangi massa aktivis mahasiswa yang berjumlah sekitar 50 an orang. Begitu turun dari truk yang sepintas terlihat bekas pengangkut material pasir, mereka langsung menyatroni para aktivis mahasiswa yang tengah berorasi. Tidak hanya menghardik dan berteriak kasar.
Ada beberapa yang juga melakukan aksi melempar yang untungnya berhasil dihindari. "Intinya kami dipaksa bubar tidak melanjutkan demo," tambah Fathur Rohman. Tekanan massa tandingan yang berlangsung di Kantor Pemkab dan Polres Blitar tersebut tidak menyurutkan semangat para aktivis untuk terus menyuarakan aspirasi.
Puluhan aktivis PMII Blitar Raya mendesak Blitar Rijanto untuk bersikap tegas terhadap praktek tambang pasir liar (Galian C) yang marak di Kabupaten Blitar. Para aktivis mendesak Pemkab segera menerbitkan regulasi yang jelas. "Kami tidak menuntut penutupan tambang. Tapi meminta ada regulasi jelas untuk penertiban dan pengelolaan," tegas Fathur Rohman.
"Mereka berteriak teriak dan inginnya kami membubarkan diri," ujar Ketua PMII Blitar Fathur Rohman kepada Sindonews.com Rabu (26/8/2020). Tidak diketahui pasti dari mana puluhan orang itu berasal. Dari penampilan dan tindak tanduknya yang kasar, kata Rohman, mereka seperti kelompok preman. "Sepertinya preman," tambah Rohman. (Baca: Pemkab Blitar Menyerah Hadapi Penambang Pasir Liar)
Gerombolan orang yang berjumlah lebih besar tersebut langsung membayangi massa aktivis mahasiswa yang berjumlah sekitar 50 an orang. Begitu turun dari truk yang sepintas terlihat bekas pengangkut material pasir, mereka langsung menyatroni para aktivis mahasiswa yang tengah berorasi. Tidak hanya menghardik dan berteriak kasar.
Ada beberapa yang juga melakukan aksi melempar yang untungnya berhasil dihindari. "Intinya kami dipaksa bubar tidak melanjutkan demo," tambah Fathur Rohman. Tekanan massa tandingan yang berlangsung di Kantor Pemkab dan Polres Blitar tersebut tidak menyurutkan semangat para aktivis untuk terus menyuarakan aspirasi.
Puluhan aktivis PMII Blitar Raya mendesak Blitar Rijanto untuk bersikap tegas terhadap praktek tambang pasir liar (Galian C) yang marak di Kabupaten Blitar. Para aktivis mendesak Pemkab segera menerbitkan regulasi yang jelas. "Kami tidak menuntut penutupan tambang. Tapi meminta ada regulasi jelas untuk penertiban dan pengelolaan," tegas Fathur Rohman.
Lihat Juga :